Patah hati…perih bo’, sakiit banget nih hati, bikin nyesek, hidung buntu n’ meler bukan karena flu, mata merah n’ basah bukan karena iritasi ataupun infeksi, pokoknya ngga’ enak banget deh, sumpeh!!!
Patah hati, kalau dengar nih kata, langsung inget sama lagu Patah Hati-nya Ari Lasso, Kasih Tak Sampai-nya Padi, Pupus-nya Dewa, Cinta Tak Berbalas-nya Rio Febrian, Cinta Pada Bayangan-nya Kahitna n’ the gank
BTW ada apa yak kok tumben Rika ngangkat nih topic? Kemarin kecewa, sekarang patah hati, what happened with U Rik? Are U OK? Oh tentu saja Rika baik2 saja, nulis kan ngga’ harus sesuai irama hati saat ini, ya sekedar ngalir pingin nulis aja.
Kamoe2 yang lagi patah hati,kamoe2 yang lagi bersedih, kamoe2 yang merasa tersakiti, kamoe yang merasa sendiri di dunia ini (yang lain hilang ditelan bumi ^_^).
Kenapa kamu2 patah hati? Si cowok pindah ke lain hati?Cowok idaman mutusin kamu? Kamu ngga’ sesuai dengan kriteria yang dia mau? Keluarga ngga’ setuju? Atau jangan2 semua pertanyaan tadi sebenarnya sedang menimpa kamu? (Im sorry to hear that)
Patah hati terjadi karena harapan lebih besar dari kenyataan, proses taaruf ngga’ selalu happy ending, prosentase-nya bisa fifty-fifty antara gagal dan lanjut ke pelaminan, jadi persiapkan hati-mu untuk menerima segala kemungkinan yang bakal terjadi. Ya emang sih taaruf putus ditengah jalan menyakitkan hati (apalagi kalau dah khitbah), tapi kalau bukan jodoh, walaupun kamu puasa 7 hari, menangis 7 hari 7 malam sampai air mata kering-pun ngga’ bakalan nyambung.
OK lah kalau kamu2 nangis n’ sedih wajar kok, tapi ngga’ usah lama2 apalagi sampai sakit, rugi banget deh!! Belum tentu si dia mikirin n’ ingat sama kamu, atau bisa jadi dia dah taaruf sama cewek lain. Ya emang sih ngga’ semua-nya setega ini, ya mungkin masih ada beberapa yang lagi bersedih seperti kamu (cewek), tapi yang namanya cowok biasanya cepet banget ngelupain semuanya (sok tahu lo Rik, emang kamu pernah jadi cowok?) tahu tipe cowok kan ngga’ harus jadi cowok….^_^
“Maaf, sepertinya taaruf kita sampai disini dulu aja” atau
“Masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum dilanjutkan, sebaiknya taaruf qta off dulu”
Itu masih lebih baik ada kata isyarat “Qta putus”, tapi ada juga yang sebenernya ingin taarufnya stop tapi ngga’ punya nyali untuk mengatakannya (biasanya alasan klasik : khawatir / ngga’ tega menyakiti hati cewek), yang model begini nih malah bikin pusing, bingung n’ ngga’ jelas. Dibilang “sudah ada yang punya” tapi belum jatuh khitbah, bagi yang sudah khitbah tapi ngga’ ada kejelasan kapan nikah, tapi dibilang masih “free” kok sudah proses setengah jalan. Nah ribet banget kan? Padahal dengan sikap-nya yang menggantung saja sudah cukup menyakitkan, iya ngga’ sih? Jadi kalau kamu ngadepin cowok tipe ini, di kamu-nya yang kudu tegas, OK?
Trus nih yang lebih menyakitkan lagi kalau ternyata sebelum putus denganmu, doi sudah proses taaruf atau khitbah dengan yang lain! Kamu bener2 ngga’ terima dengan kondisi ini, Phiuh sakiiit banget nih hati udah diboongin. Nah ketika kamu akhirnya menjadi pihak yang diputus karena dia memilih cewek lain, jangan menyesal apalagi membenci si cewek yang telah mencuri hati khotibmu (cowok yang sebelum-nya sudah mengkhitbah-mu).
Seperti lagu-nya Tere aja “ Aku Patut Membenci Dia”
Mungkin aku patut membenci dia
Karena mencintaimu
Jujur kukatakan aku tak rela
Dia curi hatimu
Karena kulebih dulu jadi kekasihmu
Yang dengan sungguh mencintaimu
Ku tak ingin diri-nya menggantikan aku
Karena ku tahu ku lebih baik dari diri-nya
Aku ingin dia yang pergi jauh
Pergi jauh dari-mu
Cckk..cckk ngga’ usah sampai seperti itu, Be positif thinking!!! Jangan menyesal apalagi dendam (ngga’ ada untung-nya malah rugi banget). Kamu harus-nya bersujud syukur karena Allah telah menunjukkan bentuk asli-nya dia sebelum akhir-nya kalian terlanjur menikah. Ternyata tuh cowok ngga’ sebaik yang kamu kira n’ yakinlah dia bukanlah yang terbaik untukmu, meskipun resiko-nya kamu jadi patah hati.
Patah hati versi Rika ^_^
Lho Rika juga pernah patah hati tho? Ya gimana ya (aQ ngga’ mau buhong, Cuma mau berbagi tips aja)…Rika kan juga manusia, punya rasa punya hati jangan samakan dengan pisau belati he…he…kok jadi malah nyanyi sih. Cuma kalau patah hati ngga usah bawa2 poster kaya’ orang demo dengan tulisan “Pernah dibuat sakit hati cowok” atau teriak kenceng2 di jalan atau di pasar “Gua lagi patah hati” bisa2 dikira pasien yang kabur dari RSJ Menur (wah gaswat nih he…he..^_^)
Patah hati, Patah hilang tumbuh berganti, Life Must Go On, kita hidup ngga’ untuk masa lalu tapi untuk masa depan, hidup masih terlalu indah untuk dinikmati dari sekedar meratapi kepergian kekasih. Udah ngga’ jamannya lagi mengurung diri di kamar, menangis Bombay, mogok makan, huu ngga’ keren banget….apalagi kalau kativitas-mu ikutan terganggu karena patah hati. Wah itu mah patah hati yang ngga’ produktif dan kamu akan semakin terlihat sebagai pecundang. So…anggap aja tuh patah hati sebagai warna-warni yang menghiasi kehidupanmu, tapi bukanlah inti dari kehidupan itu sendiri. Jadi nikmati saja dengan wajar rasa ini, kamu ngga’ akan tahu manis-nya gula kalau belum pernah merasakan pahit-nya kopi, iya kan?
Nah yang lebih penting nih…Introspeksi diri n’ taqorrub ilallah, pahami betul bahwa jodoh ada di tangan Allah, sekuat apapun usaha untuk melanjutkan proses taaruf/ khitbah, kalau Allah ngga’ menuliskan jodohmu adalah si dia, maka jangan kecewa, serahkan semua pada-Nya, yakinlah bahwa Allah ngga’ akan mengecewakan hamba-Nya. Dia akan memberi yang terbaik pada qta.
So ikhlaskan aja kepergiannya, mo’ taaruf/nikah sama akhwat lain kek, biarin aja. Ngga’ usah manja2in perasaan sedih kehilangan dirinya (lagian kasihan juga si dia kan, tar GR n’ bisa besar kepala trus helm-nya ngga’ muat lagi ^_^). Segera tundukkan perasaan dengan mafhum n’ pemikiran yang jernih. Aq tahu itu ngga’ mudah, tapi dengan berlalunya waktu, semua akan baik2 saja. N’ tunjukkan bahwa kita bukanlah cewek yang lemah, kita harus tetap survive seperti biasa (bahkan lebih), karena ummat membutuhkan kita untuk segera mewujudkan kehidupan Islam, chaio semangat!!!
(Kalau kamu2 yang baca adalah cowok, ya udah tinggal balik aja subyek n' obyek-nya, karena yang patah hati kan ngga' cuma cewek doang, so whatever cewek/cowok tulisan ini bisa berlaku buat siapa saja n' kalau ada kata2 salah/menyinggung mohon dimaafkan)
Wednesday, August 30, 2006
Tuesday, August 22, 2006
K-E-C-E-W-A
PERNAH merasa kecewa?
Apa rasanya….?
Sakitkah atau anda tak tau bagaimana mendefinisikan sangkin sakitnya?
Saya bisa….
MUla-mula….anda akan merasa terbakar.Ingin rsanya mengeluarkan rasa terbakar itu dgn tangisan.
Sayang tetap tak kunjung keluar…
Lalu entah utk keberapa kalinya anda harus meyakinkan diri sendiri bhw rasa ini adlah nyata…
Nyata!
Bukan imajinasi atau halusinasi!
Siapa gerangan yg menguak “rasa kecewa” itu..?
Saya rasa Tuhan sbg satu2nya Dzat yg tak pernah(dan takkan pernah)mengecewakan hambanya…
Justru mns menjadikan penolong selainNYA.
Entah itu menduakanNYA,mentigakanNYA,atau dgn congkaknya mengganggap ada dan tiada…
YUP….
Mns yg biasanya menghadiahkan “rasa kecewa” itu kpd anda…
INgat2lah org tcinta yg mungkin pernah mengecewakan anda…
Berikan “sebagian” saja cinta yg anda punya pd mns
Krn yg “sebagian” lagi adalah tempat rasa duka,kecewa,ketidakabadian,bahkan penghianatan bermuara…
Seorang teman pernah bertanya bgini pd saya
“kecewakah kau padaku,Rik,….??”
Apa yg akan anda katakan jika anda jadi saya…
Apakah saya harus berkata :”Huh,nyesal bgt gue kenal sama elu…!!”
Ataukah:”hmm..hh.mmmm…hmmm….entahlah!”seraya meninggalkan kebimbangan
Bagi saya,itu adalah pertanyaan retoris seakan ingin berteriak goyah “TOLONG aku….aku mengecewakan diri sendiri!!!”
Hmmm…salah ya teori saya yg satu ini…
Bagi saya,”rasa kecewa” amat sangat cenderung dimiliki manusia dewasa pesakitan
Manusia pesakitan yg berfilosofi tanpa implementasi
Manusia yg m’implementasikan sesuatu lalu berhenti
Manusia yg mendengar jerit hati tapi kikir pd motivasi
Manusia yg tadinya memberi motivasi kini berbalik arah.
lantas cuti membagi energi lewat kata2 bijak dan terus2 bertanya :
“apa aku membuatmu kecewa”
Jika anda pernah kecewa…
Dikecewakan …kah!
Mengecewakan…kah!
Ingat2 kembali rasa sakit itu
Rasa terbakar yg memasuki relung2 jiwa org yg anda cintai
Raih kembali ketentraman anda…
Saya tidak yakin apa pesan berikut ada hubungannya atau tidak.
Tapi yg pasti “ayat CInta “ dariNYA selalu mengobati rasa kecewa saya
“dan apa saja nikmat yg ada pdmu,maka dr ALLAHlah(datangnya).Dan bila kamu ditimpa kemudaratan ,maka hanya kepadaNYA-lah kamu minta pertolongan”(an-Nahl:53)
Apa rasanya….?
Sakitkah atau anda tak tau bagaimana mendefinisikan sangkin sakitnya?
Saya bisa….
MUla-mula….anda akan merasa terbakar.Ingin rsanya mengeluarkan rasa terbakar itu dgn tangisan.
Sayang tetap tak kunjung keluar…
Lalu entah utk keberapa kalinya anda harus meyakinkan diri sendiri bhw rasa ini adlah nyata…
Nyata!
Bukan imajinasi atau halusinasi!
Siapa gerangan yg menguak “rasa kecewa” itu..?
Saya rasa Tuhan sbg satu2nya Dzat yg tak pernah(dan takkan pernah)mengecewakan hambanya…
Justru mns menjadikan penolong selainNYA.
Entah itu menduakanNYA,mentigakanNYA,atau dgn congkaknya mengganggap ada dan tiada…
YUP….
Mns yg biasanya menghadiahkan “rasa kecewa” itu kpd anda…
INgat2lah org tcinta yg mungkin pernah mengecewakan anda…
Berikan “sebagian” saja cinta yg anda punya pd mns
Krn yg “sebagian” lagi adalah tempat rasa duka,kecewa,ketidakabadian,bahkan penghianatan bermuara…
Seorang teman pernah bertanya bgini pd saya
“kecewakah kau padaku,Rik,….??”
Apa yg akan anda katakan jika anda jadi saya…
Apakah saya harus berkata :”Huh,nyesal bgt gue kenal sama elu…!!”
Ataukah:”hmm..hh.mmmm…hmmm….entahlah!”seraya meninggalkan kebimbangan
Bagi saya,itu adalah pertanyaan retoris seakan ingin berteriak goyah “TOLONG aku….aku mengecewakan diri sendiri!!!”
Hmmm…salah ya teori saya yg satu ini…
Bagi saya,”rasa kecewa” amat sangat cenderung dimiliki manusia dewasa pesakitan
Manusia pesakitan yg berfilosofi tanpa implementasi
Manusia yg m’implementasikan sesuatu lalu berhenti
Manusia yg mendengar jerit hati tapi kikir pd motivasi
Manusia yg tadinya memberi motivasi kini berbalik arah.
lantas cuti membagi energi lewat kata2 bijak dan terus2 bertanya :
“apa aku membuatmu kecewa”
Jika anda pernah kecewa…
Dikecewakan …kah!
Mengecewakan…kah!
Ingat2 kembali rasa sakit itu
Rasa terbakar yg memasuki relung2 jiwa org yg anda cintai
Raih kembali ketentraman anda…
Saya tidak yakin apa pesan berikut ada hubungannya atau tidak.
Tapi yg pasti “ayat CInta “ dariNYA selalu mengobati rasa kecewa saya
“dan apa saja nikmat yg ada pdmu,maka dr ALLAHlah(datangnya).Dan bila kamu ditimpa kemudaratan ,maka hanya kepadaNYA-lah kamu minta pertolongan”(an-Nahl:53)
Tuesday, August 15, 2006
Membangun Kemampuan Bersosialisasi Anak
Perkembangan anak meliputi segala perubahan yang terjadi pada anak, baik secara fisik, kognitif, emosi dan psikososial. Kemampuan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungannya terkait dengan perkembangan psikososialnya.
Perlu dipahami bahwa setiap anak berbeda dan unik. Ada yang sulit dan ada yang mudah beradaptasi. Karena itu jika anak sudah cukup usianya, ada baiknya ia disekolahkan di taman kanak-kanak, TKA atau TPA. Namun, jika belum cukup umurnya, sering-seringlah anak diajak ke luar rumah sekalipun hanya di sekitar lingkungan rumahnya untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Sebab, banyaknya teman dan interaksi akan membuatnya mudah belajar tentang perilaku sosial seperti berbagi, berempati, menolong teman, memahami dan mengerti antar sesama teman, serta harus mandiri. Dengan semakin banyak teman, anak pun akan kaya dengan pengalaman. Hal ini berbeda dengan anak seusianya yang jarang berinteraksi dengan teman sebayanya di sekitar rumah; ia akan cenderung menjadi 'raja' atau 'ratu' yang harus dilayani, diperhatikan, dan diutamakan. Hal ini akan menghambat perkembangan psikososialnya.
Tiga Tipe Anak
Ketika anak-anak akan masuk sekolah, di sinilah biasanya akan terlihat kemampuan sosialisasi anak. Ada anak-anak yang mudah menyatu dengan dengan teman-teman barunya, bahkan ada yang berani memimpin barisan teman-teman barunya. Namun, ada yang masih agak malu-malu berkenalan dan bermain dengan teman-teman barunya, walaupun akhirnya mereka bergabung juga. Adapula anak yang enggan atau takut bergabung dengan teman barunya, malah cenderung tidak mau lepas dari ibunya.
Dari fakta ini dapat dipetik sebuah kesimpulan, bahwa ada tiga tipe anak dalam bersosialisasi: (1) tipe anak yang mudah; (2) tipe anak yang memerlukan pemanasan; (3) anak yang sulit. Ketiganya membutuhkan penanganan yang berbeda.
Anak yang mudah biasanya penampilannya penuh keberanian dan terbuka. Tampil dan berbicara apa adanya. Mudah bergaul dengan orang-orang yang mudah dikenalnya, lincah, serta banyak bicara. Mereka sama sekali tidak canggung berada di lingkungan yang baru, bahkan beberapa di antaranya tergolong sangat aktif.
Anak yang perlu pemanasan biasanya tidak terlalu berani, tetapi tidak pula penakut; ia cenderung berhati-hati terhadap lingkungan yang baru. Ia hanya memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Setelah beberapa waktu, mereka biasanya memperoleh kepercayaan dirinya kembali sehingga ia bisa menjadi begitu berani seperti anak-anak yang mudah. Dengan orang yang belum dikenal mereka biasanya diam, tetapi setelah kenal, mereka biasanya segera akrab. Anak-anak seperti ini perlu diberi motivasi atau dorongan semangat terlebih dulu. Waktu pemanasan yang dibutuhkan oleh anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru bisa dipersingkat dengan latihan-latihan. Sebelum anak dilatih dengan membawanya ke tempat-tempat baru baginya, lebih baik jika diberi pengertian dan motivasi terlebih dulu agar ia tidak terlalu terkejut dan sudah sedikit mengenal lingkungan baru tersebut melalui cerita ibunya. Dapat juga dengan memberinya permainan-permainan yang mendorong tumbuhnya keberanian.
Anak yang sulit cenderung pasif, pemalu dan penakut; terlalu bergantung pada orangtua atau pengasuhnya; sering selalu mengikuti atau membuntuti ibu atau ayahnya. Jika disapa sering menghindar, bahkan bersembunyi di balik perlindungan orangtuanya. Ia sering memiliki rasa takut dan khawatir yang berlebihan jika berada di lingkungan yang baru. Anak tipe ini biasanya mudah diatur dan dikendalikan karena sangat bergantung kepada orangtua. Cara mengurangi rasa kekhawatirannya yang berlebihan ini adalah dengan pembiasaan, pemberian pengertian, dan motivasi, di samping selalu meningkatkan keberanian si anak.
Potensinya Sama
Pada dasarnya setiap anak mempunyai potensi dan kemampuan untuk bersosialisasi, tinggal bagaimana para orangtua dan orang-orang yang dekat dengan anak berupaya untuk mengasahnya. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa hal sederhana berikut:
Sesering mungkin anak diajak berkomunikasi, misalnya ketika ia sedang menangis atau marah-marah; tanyakan apa yang membuatnya marah, kemudian diarahkan supaya sang anak mencari solusinya.
Melatih anak untuk peka terhadap lingkungannya, misalnya ketika temannya marah kepadanya, anak diajarkan untuk menghadapinya dengan tenang, lalu menanyakan masalahnya dan mau meminta maaf jika ia yang bersalah.
Hendaknya setiap orangtua menghindari memanjakan anak secara berlebihan, karena hal ini akan menjadikannya kurang tangguh ketika ia ditimpa dengan berbagai masalah.
Teladan Rasulullah saw. dan Para Sahabat
Rasulullah saw. dan para Sahabat telah memberikan banyak teladan praktis dalam membentuk hubungan sosial kemasyarakatan anak, antara lain sebagai berikut:
1. Mengajak anak menghadiri kumpulan orang dewasa.
Rasulullah saw. dan para Sahabat senantiasa memperhatikan kehadiran anak-anak dalam majelis mereka, baik ketika menuntut ilmu maupun ketika shalat. Para Sahabat pun sering membawa anak-anaknya ke majelis ilmu bersama Rasulullah saw. Dengan itu, anak akan lebih banyak berinteraksi dengan orang-orang yang baik perilakunya, akan mendapatkan nasihat dan bimbingan, dan lambat-laun akan memahami bagaimana adab majelis. Di dalam majelis ini pula anak-anak akan banyak mendapat ilmu dan mengasah kemampuan berpikirnya. Umar pernah membawa putranya Abdullah ke majelis Rasulullah. Ibnu Umar berkata:
Rasulullah bersabda, "Tahukah kalian tentang sebuah pohon yang perumpamaannya adalah seperti Muslim yang memberikan buah setiap saat dengan izin Tuhan-Nya dan daun-daunnya tidak melukai?" Lalu terbetik dalam pikiranku bahwa pohon yang dimaksudkan adalah kurma, namun aku tidak ingin berbicara. Ketika Abu Bakar dan Umar tidak juga memberi jawaban, maka Rasulullah bersabda, "Jawabannya adalah pohon kurma." Ketika aku keluar, aku berkata kepada ayahku, "Wahai ayah, telah terpikir olehku bahwa jawabannya adalah pohon kurma."
Kemudian Umar bertanya, "Apa yang menghalangimu? Aku menjawab, "Tidak ada yang menghalangiku kecuali karena aku melihat bahwa ayah dan Abu Bakar belum berbicara sehingga aku pun enggan untuk berbicara."
2. Melatih anak melaksanakan tugas rumah yang ringan.
Dengan adanya tugas, yaitu dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan dirinya dan orang-orang yang ada di sekitarnya, anak akan tumbuh rasa tanggung jawabnya dan kepedulian sosialnya; ia akan percaya diri dalam menghadapi berbagai persoalan; ia pun akan mendapatkan keterampilan dan pengalaman yang sangat berguna yang kelak menjadi bekal di kemudian hari. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata:
Rasulullah berada di rumah Maimunah. Lalu aku menyiapkan air wudhu untuk beliau. Bibinya, Maimunah, lalu menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah. Beliau kemudian berdoa, "Ya Allah, pahamkanlah ia dalam urusan agama dan ajarkan tafsir kepadanya." (HR Hakim).
Perhatikan, bagaimana Rasulullah memberikan balasan kepada anak kecil dengan mendoakannya atas pelayanan yang diberikan. Perhatian seperti ini tentu saja berpengaruh besar terhadap anak.
3. Membiasakan anak mengucapkan Salam.
Salam adalah ucapan yang melembutkan siapapun yang mengucapkan dan mendengarnya. Sebab, salam berisi doa-doa yang luhur untuk sesama Muslim yang saling bertemu, tidak pandang apakah anak-anak ataupun dewasa. Kebiasaan ini akan menumbuhkan kepekaan sosial dan persaudaraan Islam yang tinggi. Disebutkan bahwa: Rasulullah saw. sering mengunjungi kaum Anshar, lalu Beliau mengucapkan salam kepada anak-anak mereka serta mengusap kepala mereka dan mendoakan kebaikan buat mereka." (HR Ibnu Hibban).
4. Menjenguk anak yang sakit.
Kunjungan seseorang ketika anak sedang sakit serta doa yang dipanjatkan akan terasa menghiburnya sehingga rasa sakit yang dideritanya terasa lebih ringan. Dengan itu, anak pun akan mendapatkan contoh yang baik dari orang dewasa sehingga kelak ia lebih berempati kepada teman-temannya atau saudaranya. Apalagi jika kunjungan kepada anak yang sakit ini disertai pula dengan seruan dakwah, tentu akan memberikan buah yang sempurna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.
Abbas berkata: Ada seorang anak Yahudi yang menjadi pelayan Nabi saw. Suatu ketika ia sakit, lalu Nabi saw. Menjenguknya. Nabi berkata kepadanya, "Masuklah ke dalam agama Islam." Si anak lantas menatap ayahnya, kemudian ayahnya berkata "Patuhilah Abu Qasim!". Ia pun kemudian masuk Islam.
5. Memilihkan teman yang baik.
Orangtua sangat berperan dalam membantu memilihkan teman yang salih bagi anak-anaknya yang akan membantunya menaati Allah dan Rasul-Nya sehingga perilakunya sesuai dengan syariah.
6. Menghadiri acara/pertemuan yang disyariatkan.
Kehadiran anak-anak di acara yang disyariatkan merupakan kesempatan bagi mereka untuk bisa saling mengenal; mereka bisa mendengar perkataan yang baik, percakapan penuh cinta, dan kasih sayang. Perasaan mereka tergerak dan hubungan sosial mereka menjadi harmonis. Rasulullah saw. sering menyaksikan hadirnya anak-anak dalam suatu pertemuan, bahkan di walimatul 'ursy, dan Beliau tidak melarang. Bahkan Beliau menyambut kehadiran mereka serta memberikan doa kepada hadirin seluruhnya, termasuk anak-anak kecil tadi.
7. Bermalam di rumah kerabat yang salih.
Kepergian anak ke salah seorang kerabatnya yang salih, kemudian menginap di sana mengandung pembelajaran baginya untuk melihat keluarga yang lain. Anak dapat bersilaturahmi dan menambah ikatan cinta dengan kerabatnya. Ia akan terdidik untuk berinteraksi dengan kerabat-kerabatnya serta dapat memetik hikmah dan teladan dari kerabatnya tersebut. Selain itu hubungan sosial yang baik pun akan terpupuk. Ibnu Abbas ra. mengajarkan lepada anak-anak agar suka berkunjung ke kaum kerabat yang salih dan mengambul hikmah dari mereka.
Wallâhu a'lam bi ash-shawâb.
diambil dari www.hizbut-tahrir.or.id (forum muslimah)
Perlu dipahami bahwa setiap anak berbeda dan unik. Ada yang sulit dan ada yang mudah beradaptasi. Karena itu jika anak sudah cukup usianya, ada baiknya ia disekolahkan di taman kanak-kanak, TKA atau TPA. Namun, jika belum cukup umurnya, sering-seringlah anak diajak ke luar rumah sekalipun hanya di sekitar lingkungan rumahnya untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Sebab, banyaknya teman dan interaksi akan membuatnya mudah belajar tentang perilaku sosial seperti berbagi, berempati, menolong teman, memahami dan mengerti antar sesama teman, serta harus mandiri. Dengan semakin banyak teman, anak pun akan kaya dengan pengalaman. Hal ini berbeda dengan anak seusianya yang jarang berinteraksi dengan teman sebayanya di sekitar rumah; ia akan cenderung menjadi 'raja' atau 'ratu' yang harus dilayani, diperhatikan, dan diutamakan. Hal ini akan menghambat perkembangan psikososialnya.
Tiga Tipe Anak
Ketika anak-anak akan masuk sekolah, di sinilah biasanya akan terlihat kemampuan sosialisasi anak. Ada anak-anak yang mudah menyatu dengan dengan teman-teman barunya, bahkan ada yang berani memimpin barisan teman-teman barunya. Namun, ada yang masih agak malu-malu berkenalan dan bermain dengan teman-teman barunya, walaupun akhirnya mereka bergabung juga. Adapula anak yang enggan atau takut bergabung dengan teman barunya, malah cenderung tidak mau lepas dari ibunya.
Dari fakta ini dapat dipetik sebuah kesimpulan, bahwa ada tiga tipe anak dalam bersosialisasi: (1) tipe anak yang mudah; (2) tipe anak yang memerlukan pemanasan; (3) anak yang sulit. Ketiganya membutuhkan penanganan yang berbeda.
Anak yang mudah biasanya penampilannya penuh keberanian dan terbuka. Tampil dan berbicara apa adanya. Mudah bergaul dengan orang-orang yang mudah dikenalnya, lincah, serta banyak bicara. Mereka sama sekali tidak canggung berada di lingkungan yang baru, bahkan beberapa di antaranya tergolong sangat aktif.
Anak yang perlu pemanasan biasanya tidak terlalu berani, tetapi tidak pula penakut; ia cenderung berhati-hati terhadap lingkungan yang baru. Ia hanya memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Setelah beberapa waktu, mereka biasanya memperoleh kepercayaan dirinya kembali sehingga ia bisa menjadi begitu berani seperti anak-anak yang mudah. Dengan orang yang belum dikenal mereka biasanya diam, tetapi setelah kenal, mereka biasanya segera akrab. Anak-anak seperti ini perlu diberi motivasi atau dorongan semangat terlebih dulu. Waktu pemanasan yang dibutuhkan oleh anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru bisa dipersingkat dengan latihan-latihan. Sebelum anak dilatih dengan membawanya ke tempat-tempat baru baginya, lebih baik jika diberi pengertian dan motivasi terlebih dulu agar ia tidak terlalu terkejut dan sudah sedikit mengenal lingkungan baru tersebut melalui cerita ibunya. Dapat juga dengan memberinya permainan-permainan yang mendorong tumbuhnya keberanian.
Anak yang sulit cenderung pasif, pemalu dan penakut; terlalu bergantung pada orangtua atau pengasuhnya; sering selalu mengikuti atau membuntuti ibu atau ayahnya. Jika disapa sering menghindar, bahkan bersembunyi di balik perlindungan orangtuanya. Ia sering memiliki rasa takut dan khawatir yang berlebihan jika berada di lingkungan yang baru. Anak tipe ini biasanya mudah diatur dan dikendalikan karena sangat bergantung kepada orangtua. Cara mengurangi rasa kekhawatirannya yang berlebihan ini adalah dengan pembiasaan, pemberian pengertian, dan motivasi, di samping selalu meningkatkan keberanian si anak.
Potensinya Sama
Pada dasarnya setiap anak mempunyai potensi dan kemampuan untuk bersosialisasi, tinggal bagaimana para orangtua dan orang-orang yang dekat dengan anak berupaya untuk mengasahnya. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa hal sederhana berikut:
Sesering mungkin anak diajak berkomunikasi, misalnya ketika ia sedang menangis atau marah-marah; tanyakan apa yang membuatnya marah, kemudian diarahkan supaya sang anak mencari solusinya.
Melatih anak untuk peka terhadap lingkungannya, misalnya ketika temannya marah kepadanya, anak diajarkan untuk menghadapinya dengan tenang, lalu menanyakan masalahnya dan mau meminta maaf jika ia yang bersalah.
Hendaknya setiap orangtua menghindari memanjakan anak secara berlebihan, karena hal ini akan menjadikannya kurang tangguh ketika ia ditimpa dengan berbagai masalah.
Teladan Rasulullah saw. dan Para Sahabat
Rasulullah saw. dan para Sahabat telah memberikan banyak teladan praktis dalam membentuk hubungan sosial kemasyarakatan anak, antara lain sebagai berikut:
1. Mengajak anak menghadiri kumpulan orang dewasa.
Rasulullah saw. dan para Sahabat senantiasa memperhatikan kehadiran anak-anak dalam majelis mereka, baik ketika menuntut ilmu maupun ketika shalat. Para Sahabat pun sering membawa anak-anaknya ke majelis ilmu bersama Rasulullah saw. Dengan itu, anak akan lebih banyak berinteraksi dengan orang-orang yang baik perilakunya, akan mendapatkan nasihat dan bimbingan, dan lambat-laun akan memahami bagaimana adab majelis. Di dalam majelis ini pula anak-anak akan banyak mendapat ilmu dan mengasah kemampuan berpikirnya. Umar pernah membawa putranya Abdullah ke majelis Rasulullah. Ibnu Umar berkata:
Rasulullah bersabda, "Tahukah kalian tentang sebuah pohon yang perumpamaannya adalah seperti Muslim yang memberikan buah setiap saat dengan izin Tuhan-Nya dan daun-daunnya tidak melukai?" Lalu terbetik dalam pikiranku bahwa pohon yang dimaksudkan adalah kurma, namun aku tidak ingin berbicara. Ketika Abu Bakar dan Umar tidak juga memberi jawaban, maka Rasulullah bersabda, "Jawabannya adalah pohon kurma." Ketika aku keluar, aku berkata kepada ayahku, "Wahai ayah, telah terpikir olehku bahwa jawabannya adalah pohon kurma."
Kemudian Umar bertanya, "Apa yang menghalangimu? Aku menjawab, "Tidak ada yang menghalangiku kecuali karena aku melihat bahwa ayah dan Abu Bakar belum berbicara sehingga aku pun enggan untuk berbicara."
2. Melatih anak melaksanakan tugas rumah yang ringan.
Dengan adanya tugas, yaitu dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan dirinya dan orang-orang yang ada di sekitarnya, anak akan tumbuh rasa tanggung jawabnya dan kepedulian sosialnya; ia akan percaya diri dalam menghadapi berbagai persoalan; ia pun akan mendapatkan keterampilan dan pengalaman yang sangat berguna yang kelak menjadi bekal di kemudian hari. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata:
Rasulullah berada di rumah Maimunah. Lalu aku menyiapkan air wudhu untuk beliau. Bibinya, Maimunah, lalu menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah. Beliau kemudian berdoa, "Ya Allah, pahamkanlah ia dalam urusan agama dan ajarkan tafsir kepadanya." (HR Hakim).
Perhatikan, bagaimana Rasulullah memberikan balasan kepada anak kecil dengan mendoakannya atas pelayanan yang diberikan. Perhatian seperti ini tentu saja berpengaruh besar terhadap anak.
3. Membiasakan anak mengucapkan Salam.
Salam adalah ucapan yang melembutkan siapapun yang mengucapkan dan mendengarnya. Sebab, salam berisi doa-doa yang luhur untuk sesama Muslim yang saling bertemu, tidak pandang apakah anak-anak ataupun dewasa. Kebiasaan ini akan menumbuhkan kepekaan sosial dan persaudaraan Islam yang tinggi. Disebutkan bahwa: Rasulullah saw. sering mengunjungi kaum Anshar, lalu Beliau mengucapkan salam kepada anak-anak mereka serta mengusap kepala mereka dan mendoakan kebaikan buat mereka." (HR Ibnu Hibban).
4. Menjenguk anak yang sakit.
Kunjungan seseorang ketika anak sedang sakit serta doa yang dipanjatkan akan terasa menghiburnya sehingga rasa sakit yang dideritanya terasa lebih ringan. Dengan itu, anak pun akan mendapatkan contoh yang baik dari orang dewasa sehingga kelak ia lebih berempati kepada teman-temannya atau saudaranya. Apalagi jika kunjungan kepada anak yang sakit ini disertai pula dengan seruan dakwah, tentu akan memberikan buah yang sempurna dan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.
Abbas berkata: Ada seorang anak Yahudi yang menjadi pelayan Nabi saw. Suatu ketika ia sakit, lalu Nabi saw. Menjenguknya. Nabi berkata kepadanya, "Masuklah ke dalam agama Islam." Si anak lantas menatap ayahnya, kemudian ayahnya berkata "Patuhilah Abu Qasim!". Ia pun kemudian masuk Islam.
5. Memilihkan teman yang baik.
Orangtua sangat berperan dalam membantu memilihkan teman yang salih bagi anak-anaknya yang akan membantunya menaati Allah dan Rasul-Nya sehingga perilakunya sesuai dengan syariah.
6. Menghadiri acara/pertemuan yang disyariatkan.
Kehadiran anak-anak di acara yang disyariatkan merupakan kesempatan bagi mereka untuk bisa saling mengenal; mereka bisa mendengar perkataan yang baik, percakapan penuh cinta, dan kasih sayang. Perasaan mereka tergerak dan hubungan sosial mereka menjadi harmonis. Rasulullah saw. sering menyaksikan hadirnya anak-anak dalam suatu pertemuan, bahkan di walimatul 'ursy, dan Beliau tidak melarang. Bahkan Beliau menyambut kehadiran mereka serta memberikan doa kepada hadirin seluruhnya, termasuk anak-anak kecil tadi.
7. Bermalam di rumah kerabat yang salih.
Kepergian anak ke salah seorang kerabatnya yang salih, kemudian menginap di sana mengandung pembelajaran baginya untuk melihat keluarga yang lain. Anak dapat bersilaturahmi dan menambah ikatan cinta dengan kerabatnya. Ia akan terdidik untuk berinteraksi dengan kerabat-kerabatnya serta dapat memetik hikmah dan teladan dari kerabatnya tersebut. Selain itu hubungan sosial yang baik pun akan terpupuk. Ibnu Abbas ra. mengajarkan lepada anak-anak agar suka berkunjung ke kaum kerabat yang salih dan mengambul hikmah dari mereka.
Wallâhu a'lam bi ash-shawâb.
diambil dari www.hizbut-tahrir.or.id (forum muslimah)
Monday, August 14, 2006
Indonesia Merdeka....really?
Tujuh belas agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita. Hari merdeka nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia..merdeka (baca-nya sambil dinyanyiin ya n’ jangan lupa pakai semangat pejuang ’45 ^_^)
BTW ngomongin agustusan, pasti semua orang Indonesia dari yang playgroup sampai lansia dah pada nyambung kalau agustus itu ya hari merdekanya Indonesia, n’ so pasti wajib dirayakan di setiap pelosok negeri ini, dari yang ndeso keso-keso (baca : desa buanget n’ primitifnya puol2an) sampai yang daerah penuh hiruk pikuk n’ bergedung pencakar langit (cckkk cckk hebat banget ya gedungnya sampai bisa nyakar langit, pakai kuku macan atau kuku bima sakti ya? ^_^)
Katanya seh...mereka ngrayain kemerdekaan untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang mati2an mempertahankan dan merebut kembali tanah dan kekayaan indonesia dari Imperialis kompeni Belanda selama 350 tahun lamanya setelah itu Nipon 3,5 tahun sampai titik darah penghabisan. Tapi kalau dipikir-pikir, nih orang2 Indonesia tulalit banget sih, kebangetan gitu loh, tumpahan darah dan air mata para pejuang dibalas dengan lomba makan krupuk, panjat pinang, balap karung dsb. Belum lagi kalau di acara puncak ada acara lomba joged, Masya Allah...betul2 tulalit deh
Sekarang marilah kita berpikir n’ mengkaji ulang, benarkah Indonesia sudah merdeka?
Sebagian besar orang mengatakan, iya kita sudah merdeka, ngga’ ada lagi penjajahan dan perang dengan para penjajah, Belanda sudah pulang kampung, Nipon sudah angkat kaki dari tanah ini sejak 61 tahun yang lalu.
Tapi tunggu dulu, memang secara fisik kita ngga’ dijajah, bagaimana dengan bentuk penjajahan yang lain, maksudnya???
OK...sudah siap berpikir?
Ya...yang mudah terlihat dulu aja, Exxon Mobil n’ Freeport di Irian...jangan mudah tertipu teman, dibalik kedok ”investasi dan kerjasama” mereka telah menipu dan mencuri kekayaan SDA Indonesia. Heran deh sama pemerintah Indonesia kok ya mau2nya diboongin, sudah tahu dengan jelas kalau mereka dan ngibulin Indonesia dengan hanya melaporkan bahwa penambangan Freeport adalah penambangan tembaga (padahal nih, ngga’mungkin banget kalau yang namanya penambangan itu Cuma satu unsur bahan tambang doang, yang ada sih berbagai macam bahan tambang : percaya ngga’ percaya (data n’ info-nya valid Cuma lupa) Freeport tidak hanya menghasilkan tembaga saja, tapi juga emas, perak, besi, nikel, dsb...Nah lo kemana itu bahan2 tambang? Udah di bawa pergi sama Amerika ke negara-nyo, kurang ajar banget ngga’ sih? dasar kapitalis!!! Yang penting negara gua kaya, n’ rakyat gua makmur, elo miskin itu yang gua harapin, biar lo pade utang sama IMF n’ World Bank, habis gitu elo pasti ngga’ bakalan bisa membayar hutang2 lo n’ so pasti elo bakalan tunduk n’ patuh sama kebijakan2 gua kalau lo ngga’ mau gua embargo...ha...ha...(licik kan gua, Amerika gitu loh).
Ternyata mereka ngga’ sekedar menguras n’ menggrogoti Indonesia dari SDA aja, RUU-pun jadi incaran mereka. UU Migas, UU Reproduksi, dsb. Pokoknya terlalu banyak deh intervensi mereka pada kita, kita-nya aje yang inggih-inggih nuruti Amrik, kok mau ya? Katanya udah merdeka, mana?
BTW ngomongin agustusan, pasti semua orang Indonesia dari yang playgroup sampai lansia dah pada nyambung kalau agustus itu ya hari merdekanya Indonesia, n’ so pasti wajib dirayakan di setiap pelosok negeri ini, dari yang ndeso keso-keso (baca : desa buanget n’ primitifnya puol2an) sampai yang daerah penuh hiruk pikuk n’ bergedung pencakar langit (cckkk cckk hebat banget ya gedungnya sampai bisa nyakar langit, pakai kuku macan atau kuku bima sakti ya? ^_^)
Katanya seh...mereka ngrayain kemerdekaan untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang mati2an mempertahankan dan merebut kembali tanah dan kekayaan indonesia dari Imperialis kompeni Belanda selama 350 tahun lamanya setelah itu Nipon 3,5 tahun sampai titik darah penghabisan. Tapi kalau dipikir-pikir, nih orang2 Indonesia tulalit banget sih, kebangetan gitu loh, tumpahan darah dan air mata para pejuang dibalas dengan lomba makan krupuk, panjat pinang, balap karung dsb. Belum lagi kalau di acara puncak ada acara lomba joged, Masya Allah...betul2 tulalit deh
Sekarang marilah kita berpikir n’ mengkaji ulang, benarkah Indonesia sudah merdeka?
Sebagian besar orang mengatakan, iya kita sudah merdeka, ngga’ ada lagi penjajahan dan perang dengan para penjajah, Belanda sudah pulang kampung, Nipon sudah angkat kaki dari tanah ini sejak 61 tahun yang lalu.
Tapi tunggu dulu, memang secara fisik kita ngga’ dijajah, bagaimana dengan bentuk penjajahan yang lain, maksudnya???
OK...sudah siap berpikir?
Ya...yang mudah terlihat dulu aja, Exxon Mobil n’ Freeport di Irian...jangan mudah tertipu teman, dibalik kedok ”investasi dan kerjasama” mereka telah menipu dan mencuri kekayaan SDA Indonesia. Heran deh sama pemerintah Indonesia kok ya mau2nya diboongin, sudah tahu dengan jelas kalau mereka dan ngibulin Indonesia dengan hanya melaporkan bahwa penambangan Freeport adalah penambangan tembaga (padahal nih, ngga’mungkin banget kalau yang namanya penambangan itu Cuma satu unsur bahan tambang doang, yang ada sih berbagai macam bahan tambang : percaya ngga’ percaya (data n’ info-nya valid Cuma lupa) Freeport tidak hanya menghasilkan tembaga saja, tapi juga emas, perak, besi, nikel, dsb...Nah lo kemana itu bahan2 tambang? Udah di bawa pergi sama Amerika ke negara-nyo, kurang ajar banget ngga’ sih? dasar kapitalis!!! Yang penting negara gua kaya, n’ rakyat gua makmur, elo miskin itu yang gua harapin, biar lo pade utang sama IMF n’ World Bank, habis gitu elo pasti ngga’ bakalan bisa membayar hutang2 lo n’ so pasti elo bakalan tunduk n’ patuh sama kebijakan2 gua kalau lo ngga’ mau gua embargo...ha...ha...(licik kan gua, Amerika gitu loh).
Ternyata mereka ngga’ sekedar menguras n’ menggrogoti Indonesia dari SDA aja, RUU-pun jadi incaran mereka. UU Migas, UU Reproduksi, dsb. Pokoknya terlalu banyak deh intervensi mereka pada kita, kita-nya aje yang inggih-inggih nuruti Amrik, kok mau ya? Katanya udah merdeka, mana?
Subscribe to:
Posts (Atom)
