Friday, December 17, 2010

Sebuah cerita dari suami

Suatu malam dalam suasana santai, suami-q bercerita.
"Bunda sini mau ngga' ayah ceritain sesuatu?" tanya suami-q
"cerita apa yah?" tumben pakai nanya (biasanya kl mau cerita langsung ngomong aja)

Akhirnya suami-q pun bercerita, alkisah ada si fulan beristri 4, (hmmm apa nih maksud suami-q cerita si fulan yang beristri 4? (dalam hati) awas ya kl ada "udang dibalik rempeyek" (sudah siap2 mau njewer telinganya aja kl keluar kata2 bunda tolong cariin istri lagi buat ayah) www.jealousplusgakrela.com :) hehe
"Hmm terus? sambung-q penuh penasaran

Istri ke-4 adalah istri yang paling cantik, setiap kebutuhan dan keinginan istrinya tersebut selalu ia turuti tak pernah memikirkan berapa kocek yang harus ia keluarkan, dari segala macam make-up ber-merk mahal pun ia kabulkan, fashion yang paling trend-pun tak pernah ketinggalan ia belikan, demi cintanya pada istrinya yang tercantik itu.

Kemudian istri yang ke-3 adalah istri yang paling dia banggakan, kemana2 selalu ia ceritakan kepada semua relasi ataupun semua orang yang bertemu dengannya, dan istri ke-3 istri yang selalu ia bawa kemana saja, ke pesta, ke saudara2nya pokoknya kemanapun ia pergi.

Sedangkan istri kedua adalah istri yang paling pengertian, yang mau mendengarkan curhatnya suka maupun duka, tempat berbagi masalah dan mendapatkan solusi serta ketenangan batin saat ia tak tahu harus kemana lagi ia harus berbagi.

Dan istri pertama adalah istri yang ia abaikan, hampir tak pernah ia tunaikan hak dan kewajiban untuk istri-nya tersebut, si istri pertama tampak kurus kering bagaikan mayat hidup dan tak terawat.

Suatu hari si fulan sakit keras, para dokter spesialis dari berbagai rumah sakit telah memvonis bahwa usianya tak kan lama, kira2 sekitar 1 minggu lagi.
Akhirnya dalam kesedihannya itu, si fulan mengumpulkan istrinya yang ke-4 sampai yang ke-2 (istri pertama tak dipanggil karena ia telah melupakannya).
Wahai istri2-q yang aku cintai, kalian tahu bahwa saat ini aku sedang sakit, dan dokter sudah angkat tangan atas penyakitku ini, mereka memvonis bahwa usia-q tinggal satu minggu lagi, aku ingin menanyakan dan menawarkan suatu hal kepada kalian.
"Apakah itu wahai suami-q, katakanlah" jawab ketiga istrinya tersebut.

Wahai istri ke-4q yang paling aq cintai, selama ini semua kemauanmu dan setiap permintaanmu selalu aq kabulkan, tak pernah aq menghitung berapa banyak uang yang telah aku keluarkan demi menyenangkan dan memuaskan semua keinginanmu. Sekarang aku ingin menawarkan kepadamu, maukah kau menemaniku saat aku telah mati dan tinggal bersamaku di alam kubur?
Istri ke-4 pun menjawab, maaf suamiku aku masih cantik, aku tak mau wajahku yang cantik ini dimakan oleh cacing2 tanah, dan aku masih bisa mencari suami baru yang lebih baik darimu.
Si fulan pun kecewa, sedih dan marah...betapa teganya kau istri ke-4ku, padahal selama ini aku selalu memperhatikan dan memenuhi semua keinginanmu, sekarang pergi kau dari hadapanku! si fulan pun akhirnya mengusir istri ke-4nya yang cantik jelita itu,

Dan kau istri ke-3ku, maukah kau menemaniku ke alam kubur saat aku telah mati nanti? selama ini aku selalu mengajakmu kemanapun aku pergi, aku selalu membangga2kan dirimu.
Wahai suami-q, terima kasih selama ini kau telah mengajakku kemanapun kau pergi dan selalu membanggakan telah beristrikan aku, tapi aku mohon maaf suamiku, kali ini aku tak bisa dan tak mau ke alam kubur menemanimu, karena aku masih bisa mencari suami baru yang akan bangga memiliki aku.
Si fulanpun terpukul dengan jawaban istrinya yang ke-3, wahai istriku pergi kau dari hadapanku, kau telah melukai perasaanku! usir si fulan.

Si fulan-pun akhirnya bertanya pada istri ke-2nya, wahai istri ke-2ku selama ini kau yang paling pengertian dan mau mendengarkan semua keluh kesahku, sekarang bagaimana denganmu maukah kau merawat dan menemaniku sampai aku mati di alam kubur?
Suami-q sungguh aku mencintaimu, aku mengerti akan kesedihanmu saat ini, aku berjanji aku akan merawatmu selama engkau sakit, aku akan berada disampingmu dan menemanimu selama kau hidup, dan aku akan mengantarkanmu sampai ke kuburan, tapi aku mohon maaf suamiku aku tak bisa hidup bersamamu di alam kubur, aku berjanji akan mengenang semua kenangan bersama yang telah kita lalui dan aku akan senantiasa mendoakanmu supaya kau tenang di alam kubur sana.
Si fulan-pun sedih atas jawaban istri ke-2nya, ternyata satu2nya istri yang ia harapkan mau menemani dalam kubur pun tak mau mengabulkan permintaannya.

Namun tiba2 dari arah belakang terdengar suara, wahai suamiku akulah yang akan menemanimu di alam kubur, aku ikhlas menemanimu walaupun selama ini kau telah mendzolimi aku dan tak pernah kau hiraukan diriku.
Si fulan pun bertanya, "siapa kau? kenapa tubuhmu sangat kurus bagaikan mayat hidup?" (saking ngga' pernah diperhatikannya sampai lupa dengan istri pertamanya)
" Aku adalah istri pertamamu suamiku"
" Oh istri pertama-ku tak kusangka kau begitu baik kepadaku, padahal aku telah mencampakkanmu selama ini, maafkan aku istri pertamaku..."
Dan akhirnya si fulanpun meninggal dunia ditemani istri pertamanya...

hmm kaya'nya bunda ngga' bisa seperti istri pertama si fulan deh yah, paling puol ya kaya' istri kedua yang akan merawat dan menemani ayah sampai maut memisahkan kita, insya Allah(dalam batin)

Kok diam bunda? tanya suamiku...(mencoba membaca pikiranku)
Bunda ngga' usah mikir ayah minta yang aneh2 dari bunda, poligami atau sehidup semati :)
Sebenarnya siapakah istri pertama sampai ke-4 si fulan ini...lanjut suamiku.
Istri ke-4 adalah kecantikan/ ketampanan seseorang, ketika mati ya udah dia ngga' akan tetep cantik di alam kubur sana karena jasadnya akan hancur dimakan oleh binatang2 tanah.
Sedangkan istri ke-3 adalah kekayaan,jabatan dan kedudukan profesinya, karena kekayaan dan jabatan tak akan dibawa mati.
Istri ke-2 adalah keluarganya, sanak saudaranya, dan semua orang2 yang mencintainya, mereka tak akan menemani kita saat mati, sebaik dan sepeduli apapun mereka pada kita.
Dan siapakah istri pertama yang kurus kering dan terabaikan yang ternyata mau menemani dalam kubur tadi? dia adalah amal kebaikan kita, terkadang kita terlalu sibuk dengan kehidupan dan menyepelekan amal kebaikan, hingga amal kebaikan kita kurus kering tak kita hirukan.

" Dan sekarang sudah mau jam 20.30 waktunya kita siap2 berangkat ngaji di ma'had darul muwahhid, ujar suami-q...ayo bunda semangat, istri pertamanya ngga' boleh kurus2 canda suami-q..

" Inggiiiih...sambil senyum n' manggut2 (bisa aja suamiku)

Monday, July 19, 2010

Buat yang tersayang di kota Jakarta

Selamat Pagi Sayaang...

Nyenyakkah tidurmu semalam?
Jujur, adek tak bisa tidur semalaman.
Entah mengapa..
Saat kutatap langit-langit kamar
Ada binar matamu yang jenaka kala bercerita
Kupalingkan wajahku ke dinding samping tempat tidurku
Ada tawamu yang lepas kala bercanda
Kucoba pejamkan mata..
wajah dan senyummu selalu muncul dibenakku
Kututup rapat telingaku
Seolah kudengar suaramu berkata-kata
Akhirnya kupasrahkan saja
Dan kubiarkan bayangmu memenuhi semua rongga pikirku


Selamat Siang, Sayaang..

“SuamiQ sayaang, lagi sibuk ya?
Dah sholat?
Jangan telat makan ya huny..
Selalu kata-kata itu yang kuketikkan di layar hp-ku
Rasanya siang tak lengkap jika SMS itu belum terkirim
Kadang jemariku tersendat di pilihan ‘send’
Berharap kamu yang lebih dulu mengirimkan SMS itu
Tapi seringkali berakhir dengan aku lagi yang mengirimnya
Data dan kata di status medical record pasien seperti deretan garis tanpa makna
Tak jelas bentuk dan rupanya
Karena berganti tentangmu, tentangmu dan tentangmu
Dan semua baru terbaca jelas kembali jika SMS itu telah terkirim



Selamat Sore, Sayaang..

Kuhabiskan satu hari ini
Dengan klinik dan mengkaji islam
Lalu memikirkanmu
Kemudian belajar , sambil mengintip inbox di Hpku
Berharap kamu membalas SMSku atau menelponku.
Dan, belajar lagi sembari sesekali tersenyum kecil
Mengingat kekonyolan yang sengaja kamu lakukan
Untuk membuatku tertawa waktu itu
Duh..gerak-gerikmu seperti berbaur dengan text book dan journal online di depan mataku
Screensaver seperti menampilkan potongan-potongan kejadian yang kita lalui bersama


Selamat Malam, Sayaang..

Apakah harimu melelahkan?
Bolehkah kuringankan sedikit penatmu?
Kemarilah, bagilah ceritamu hari ini
Akan kudengarkan dengan tulus, dan kuberi senyumku untuk meneduhkanmu
Sebagai hadiah dan rasa banggaku atas kerja kerasmu
Dan biarkan kubisikkan kisah indah kita sebelum istirahatmu
Dan kuingin senyummu yang terakhir kulihat sebelum aku terlelap


"Tahukah kamu sayang, kamu ada di setiap pagi, siang, sore dan malamku.. "
Miss u honey...........so much ^_^

My Wedding Day (01072010)

Selama ini ku mencari-cari
Teman yang sejati
Buat menemani perjuangan suci
Bersyukur kini padamu Illahi
Teman yang dicari selama ini
Telah kutemui…

Kulirik jam dinding di kamar penuh hiasan bunga, hati berdebar deg-degan tapi begitu khidmat, saat mendengar suara laki-laki yang begitu kuhafal dari seberang ruang tamu laki2 melafadzkan suatu akad perjanjian yang begitu besar, Allah menyebutnya sebagai “mitsaqon gholidzon”, rasa haru bercampur bahagia tak terlukiskan, hingga tak terasa mata ini berkaca2 dan rongga dada bergemuruh begitu hebat, Ahamdulillah Ya Allah, Engkau pertemukan aku dengannya, seorang laki2 sholeh yang sabar dan setia menantiku walaupun perjalanan kami di awal cukup berat untuk mendapatkan restu ibundaku tapi kesungguhannya tuk menikahi “si putri bungsu” akhirnya berhasil meluluhkan hati my mom, laki-laki yang menyayangi dan mencintaiku serta menerimaku apa adanya…(logikanya kl dia ga’ cinta n’ ga’ sayang, mana mungkin dia mau menikah denganku yang lebih banyak kekurangan daripada kelebihannya ini, iya ngga’ sih?  hehe, padahal masih banyak akhwat2 di Jakarta yang cantik2, sholikhah dan punya banyak kelebihan, tapi kenapa dia memilihku yang biasa2 aja n’ nan jauh di Surabaya? ) Ah dasar laki2 aneh yang satu ini, gajah di pelupuk mata tak tampak tapi semut di ujung lautan tampak  hehe….tapi satu yang ku percaya semua adalah taqdir Allah SWT, yang membolak-balik kan hati manusia, yang menggerakkan hati manusia dan yang mempertemukan jodoh hambaNya.

And finally….bersenandung dalam hati
Kini berpadulah dua hati dalam mahligai cinta…
Ikatan nan agung, sempurna sebagian agama…
Allah telah menghalalkanmu menjadi pendamping bagiku
Dan kau pun tlah mengikhlaskanku menjadi pendampingmu…

Jagalah keutuhannya, kukuhkanlah ikatannya..
Patuhilah perintahNya, agar Allah menyayangimu…
Didiklah anak-anak kita jadi anak yang sholeh…

Semoga bahagia senantiasa menyertai kita
Walaupun cobaan melanda tetaplah bersabar
Bukan kah Allah tlah janjikan surga yang penuh kenikmatan
Rasa sayangku kepadamu akan bertambah selalu…


NB : Maaf foto2nya dah dibawa suami ke Jakarta, so foto2nya menyusul ^_^

Saturday, April 17, 2010

Bersabarlah dengan keindahan

Bila dirimu sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju Ridho-Nya, bersabarlah dengan keindahan...
Demi Allah, dia tidak datang karena kecantikan dan ketampanan, kepintaran ataupun kekayaan.
Tapi Allah-lah yang menggerakkan.
Janganlah tergesa untuk mengekspresikan cinta kepada dia sebelum Allah mengijinkan.
Belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untukmu.
Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah?
Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap hati rapat-rapat.
Allah akan menjawabnya dengan lebih indah di saat yang tepat.

So semua kan indah pada waktunya....sabar...sabar...sabar ^_^

Saturday, April 10, 2010

Maafkan dan Lupakan!!!

Sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIK-KU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuat batu HARI INI, SAHABAT TERBAIK-KU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu ?" Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya diatas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah yang telah lalu.

CINTA

Mereka yang tidak menyukainya, menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang saling mencintai, menyebutnya takdir.
Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kita kesusahan untuk menguji.
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.

Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil satu keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, daripada memilih apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, daripada memuaskan iri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat.

Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, kota Roma tidak dibangun dalam sehari.
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan.
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal, iman, keberanian, dan pengharapan penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya, Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting ^_^

Dokter cinta apa dokter gigi ya???

Untuk yang kesekian kalinya beberapa teman curhat n' konsultasi, bukan masalah gigi tapi masalah cinta n makhluk yang bernama laki2. walah ni aq ganti profesi atau gimana ya? ^_^

Ada yang sedih putus dengan orang yang telah mengajaknya menikah, ada yang curhat nangis tak henti2 karena putus tak direstui ortu-nya, ada yang punya masalah dengan suaminya yang sering sms-an dengan mantan kuliahnya dulu yang sebenarnya juga dah bersuami yang isi sms-nya curhat masalah ngga’ penting n ngga’ ada hubungannya dengan suami sahabatQ ini, ada pula yang curhat sering bertengkar dengan suami n suaminya ternyata orang yang kasar (sering KDRT) n ingin segera bercerai darinya, ada juga yang menikah baru 2 tahun punya anak masih bayi tapi dah cerai, ada lagi yang lebih rumit sahabatQ mau dimadu lantaran keluarga suaminya yang keturunan arab dah menjodohkan mantan kekasihnya (sekarang dah jadi suaminya) dengan wanita arab pilihan ortu si cowok, n sahabatQ+cowok arab itu-pun juga ngga’ mau putus n akhirnya menikah tanpa sepengetahuan keluarga cowok n keluarga calon istri pilihan ortu cowok, dan akhirnya dalam 1 bulan si cowok arab itu-pun menikahi 2 gadis perawan (sahabatQ n gadis pilihan ortu co) hanya dalam jarak waktu 1 minggu setelah pernikahan sahabatq ini (sebagai istri pertama) oalah hari gini masih ada jaman siti nurbaya tho.. .cinta begitu rumit n logika tak mampu bicara terbutakan oleh perasaan, mau berkorban apapun asal mendapatkannya walaupun harus mengalah mendapatkan giliran dikunjungi suami siang-sore hari saja n ketika malam suami kembali ke rumahnya dengan istri pilihan ortu. Ya Allah begitu rumitnya…sampai2 terkadang membuat hati ini ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Siapkah aku dengan 1001 masalah dalam rumah tangga??

Terima kasih buat teman2Q yang telah menjadi my inspirating love, mungkin aq tak bisa berbuat banyak untuk kalian, hanya mampu menjadi pendengar atas masalah kalian n mencoba memberikan solusi dan semangat atas masalah2 kalian, dan aq hanya mampu berdo’a "semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik buat kalian semua n semoga kalian diberi kesabaran untuk menjalani semua cobaan yang telah Allah berikan untuk menguji keimanan kalian, amiiin……"

Wednesday, February 10, 2010

Lama Tak Cerita

Sudah lama tangan ini tak menari

Sudah lama pula tak gemulai

Lama pula lembar ini tak berwarna

Lama pula hati dan pikir terjebak tanpa kata

Tak bebas menjala mendapatkan jejak-jejak pujangga

Ku rindu menyemai rasa dalam kata

Tapi tak ramah lagi tuk cerita

Wednesday, January 13, 2010

Alhamdulillah...akhirnya bisa!

wow dah berapa tahun ni vacum dari dunia blogger...hihi maaph ya temen2 dah komentarin aq berkali2 tuk segera nulis tapi not responding :), saking lamanya sampe lupa pk id n password apa masuk ke blogger ini...ingatnya sih pk id mudrikah dg password ********* tapi ternyata salah...pusing dah...putar otak tuk mengingat kejadian 2 tahun 8 bulan silam, hari terakhirQ menulis di blog ini, huh phiuh akhirnya bisa juga! Alhamdulillah....

Ok...lama tak jumpa...Q ucapkan Assalamu'alaikum wr wb...
Kayfa khaluk ya akhiy wa ukhty...semoga senantiasa sehat wal afiat n dlm lindungan serta hidayah Allah SWT, amiin...
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, terakhir menulis thn 2007, eh sekarang dah 2010...
Ya Allah...semoga hidupQ n sisa usia ini barokah smpe akhir hayat n senantiasa pada jalan yang Engkau ridloi..amiiin...

Wah ada panggilan Allah nih, sholat maghrib telah tiba, tulisan ini harus off dulu teman2 tuk mengutamakan pertemuanku dengan kekasih sejati-q...
OK... insya Allah qta kan bertemu lagi di lain kesempatan...soon :)

Wassalamu'alaikum wr wb

Tuesday, March 27, 2007

Mutiara Kata

Mutiara Kata

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang.. MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Hidup adalah usaha mempertahankan apa yang sudah ada bukan usaha mendapatkan apa yang tidak pernah adaKesulitan hanya akan dialami oleh orang-orang yang berusaha.
Keberhasilan hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang pernah mengalami kesulitan.
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan.. Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan... Tapi ingatlah...melepaskan BUKAN akhir dari dunia.. Melainkan awal suatu kehidupan baru..
Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
Orang yang tidak pernah mengecap rasa pahit, tidak tahu bagaimana rasanya manis
Kita tidak bisa menjadi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain, tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain
Memberi tidak harus mengasihi, tetapi mengasihi selalu disertai dengan pemberian
Segala masalah pasti ada penyelesaiannya; tergantung bagaimana kita menyelesaikannya, apakah membiarkan atau menghadapinya.
Jangan katakan bagaimana kerasnya anda bekerja, tetapi katakanlah berapa banyak yang sudah anda lakukan. (Jangan katakan kesulitan anda, tetapi katakanlah tunjukkanlah hasilnya)
kematian adalah tantangan….. Kematian memberitahu kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu
Tak seorang pun mendapati begitu saja bahwa hidup ini bernilai. Kita sendirilah yang harus membuatnya bernilai
Memperoleh apa yg kita inginkan sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan memberikan apa yg kita punya
Ujian karakter yang sejati bukanlah berapa banyak yang kita ketahui dalam melakukan berbagai hal; tetapi bagaimana kita bersikap ketika tidak tahu harus melakukan apa – apa
Mungkin kita tidak pernah tahu Makna suatu Persahabatan saat kita masih Bersama, tapi esok saat kita tidak bersama lagi, kita akan tahu arti pentingnya kehadiran Seorang Sahabat di Hati Kita
Bakat bukan hal yang langkah. Yang langkah adalah orang yang mampu memanfaatkan bakatnya
Jangan bikin prestasi terhebatmu menjadi satu-satunya yang terindah sepanjang sisa hidupmuKetika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan.
Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.
Sesorang manusia harus cukup rendah hati untuk mengakui kesilapannya ,cukup bijak untuk mengambil manfaat daripada kegagalannya dan cukup berani untuk membetulkan kesilapannya
Jadikan dirimu bagai pohon yang rindang di mana insan dapat berteduh. Jangan seperti pohon kering tempat sang pungguk melepas rindu dan hanya layak dibuat kayu api.
Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi.
Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.
Pandanglah segala sesuatu dari kacamata oranglain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula.
Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.
Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

Andai hidup puncak perpisahan, biarlah mati menyambungnya semula. Namun seandainya mati puncak perpisahan, biarlah hidup ini membawa arti yang nyata

Tidak ada insan suci yang tidak mempunyai masa lampau dan tidak ada insan yang berdosa yang tidak mempunyai masa depan.

Tidak penting bagimu mengetahui harganya, tetapi lebih penting mengetahui nilainya

Jika dunia ini persinggahan, mengapa tidak kita banyakkan bekalan untuk meneruskan perjalanan? Kerana kita cuma ada satu persinggahan

Kebanyakan orang membuang banyak waktu dan tenaga untuk memikirkan masalah, bukan mencoba untuk menyelesaikannya

Anda bukan apa yang anda fikirkan tentang anda, tetapi apa yang anda fikirkan itulah anda
Biarpun jalan itu panjang, kita akan merintisnya perlahan-lahan.

Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan
Jiwa. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu.

Kegagalan dalam kemuliaan lebih baik daripada kejayaan dalam kehinaan.
Memberi sedikit dengan ikhlas pula lebih mulia dari memberi dengan banyak tapi
Diiringi dengan riak.

Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya.Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya.

Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan.Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.

Kalaulah anda tidak mampu untuk menggembirakan orang lain, janganlah pula anda
Menambah dukanya.

Gantungkan azam dan semangatmu setinggi bintang di langit dan rendahkan hatimu
Serendah mutiara di lautan.

Saya percaya, esok sudah tidak bisa mengubah apa yang berlaku hari ini, tetapi
Hari ini masih bisa mengubah apa yang akan terjadi pada hari esok.

Segala hal yang lahir akan mati, tetapi cahaya kehidupan yang dipancarkan akan
Selalu bersinar buat selamanya.

Hari yang mendatang tidak akan memberikan banyak makna jika kegagalan semalam tidak dijadikan teladan.

Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan untuk dirinya, menjadi pemandu untuk
Nafsunya dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya

Jika kamu berhasrat untuk berjaya, jangan hanya memandang ke tangga tetapi belajarlah untuk menaiki tangga tersebut.

Manusia biasanya lebih menghargai sesuatu yang sukar diperoleh tetapi sering
Melupakan nikmat yang telah tersedia.

Manusia tidak perlu dihukum kerana lupa, tetapi manusia perlu dihukum kerana
Sengaja lupa.

Jangan biarkan perahu hanyut tak berpenghuni nanti hanyutnya tidak singgah ke
Pelabuhan

Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Pengawal peribadi yang paling waspada adalah DIAM. Bahasa yang paling manis adalah SENYUM. Dan ibadah yang paling indah tentunya adalah KHUSYUK

Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam.
Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa.
Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim.
Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan,
Itu adalah mulia dan terpuji."

Carilah seribu sahabat..kerana seribu sahabat itu belumlah banyakjauhilah seorang musuhkerana seorang musuh itu sudah terlalu banyak..

Sebaik baik teman..adalah orang yang dapat menunjukkan kepada kebaikkan..

Bila kau berniat memutuskan hubungandengan seorang kawan.... Tinggalkanlah kepadanya kenangan manis dirimuyang kelak akan membuka jalan kembali kepadamudisuatu saat...Jika sewaktu waktu ia ingin menjalinkan lagi hubungandenganmu...

Andainya masih ada pertemuan biarlah ia sepanjang usia perpisahan jika ada segugus kerinduan biarlah ianya se indah percintaan

Friday, February 23, 2007

Sebelum Kamu Mengeluh

1. Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali
2. Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
3. Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.
4. Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.
5. Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda, Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup
6. Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat
7. Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul
8. Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan
9. Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan
10. Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.
11. Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, Ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.
12. Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup!Life is a giftLive it...Enjoy it...Celebrate it...And fulfill it.
13. Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu
14. Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan
15. Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan, Mereka cantik/tampan karena anda mencintainya.
16. It's true you don't know what you've got until it's gone, but it's also true You don't know what you've been missing until it arrives!!!

Sumber : www.man3malang.com

Paku dan Kemarahan

Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Ayahnya berusaha keras untuk membuang sifat buruk anaknya. Suatu hari ia memanggil anaknya dan memberinya sekantong paku. PAKU? Ya, paku. Sang anak heran. Tapi bibir ayahnya justru membentuk senyum bijak. Dengan suaranya yang yang lembut, ia berkata kepada anaknya agar memakukan sebuah paku di pagar belakang rumahnya setiap kali marah.Di hari pertama, sang anak menancapkan 48 paku. Begitu juga di hari kedua, ketiga, dan beberapa hari selanjutnya. Tapi hal ini tak berlangsung lama. Setelah itu jumlah paku yang tertancap berkurang secara bertahap. Ia menemukan fakta bahwa lebih mudah menahan amarahnya dari pada memakukan begitu banyak paku di pagar.
Akhirnya kesadaran itu membuahkan hasil. Si anak telah bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabaran. Ia bergegas memberitahukan hal itu kepada ayahnya. Sang ayah tersenyum. Kemudian meminta si anak mencabut satu paku setiap hari dimana dia tidak marah.Hari-hari berlalu berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya berhasil mencabut semua paku yang pernah ditancapkannya. Ia bergegas melaporkan kabar gembira itu kepada ayahnya. Sang ayah bangkit dari duduknya dan menuntun si anak melihat pagar di belakang rumah itu."Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku. Tapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa seperti sebelumnya," kata si ayah bijak. Sang ayah sengaja memotong kalimatnya pendek-pendek agar si anak mencerna maksudnya dengan baik. Si anak menatap ayahnya dengan sikap menunggu apa kelanjutan ujaran ayahnya itu."Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau kepada seseorang lalu mencabut pisau itu. Tetapi tidak peduli berapa kali kamu akan meminta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan, luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik," ujar sang ayah dengan lembut namun sarat. Sang anak membalas tatapan lebut ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Pelajaran yang diberikan ayahnya begitu tajam menghujam relung hatinya. Tanpa disadari, lisan kita ternyata begitu mudah menyakiti orang lain. Semoga kita bisa belajar menjaga lisan dan perbuatan kita.

Sumber : www.man3malang.com

Wednesday, February 21, 2007

Ada Apa Dengan Indonesia?

Ada yang berkata negeri ini zamrud khatulistiwa
dengan karpet hijau rumput menelangkup tanah gambut
serta syurga bersinar keemasan menempa lembah

Ada yang bernyanyi gemah ripah loh jinawi disini
dengan kolam susu sebentang lautan dan tanah ajaib
munculkan daun hijau dari sebilah tongkat

Ada yang beritakan negeri ini swarna dwipa
dengan batu gunung membunting emas
dan samudera mengkilau mutiara

Kemudian................
Terdengar derik reyot rumah kami
Tersembul perut gendut kurang makan adik-adik kami
Dan ibu kami menakar sepetak sawah dengan beras pasar penyumpal lapar
Dan bapak kami menguras tetes-tetes keringat dengan sekeping rupiah

Sedangkan.................
Zamrud kami dikuliti
Lautan susu kami diciduki
Batu-batu emas kami diangkuti
Pulau-pulau kami dilubangi
Ketika para pencuri berjas tamu agung menginjak tanah ini

Padahal.....................
Di puncak menara istana
sang raja dengan santai bertelekan singgasana
sembari julurkan karpet merah
meramahi tamu pencuri

Lalu pencuri beraksi
Lalu kami menjerit kelaparan
Lalu pencuri gali alam kami dan pergi
Lalu kami meratap kesusahan
Lalu pencuri kaya
Lalu maklumat raja menjerat leher
Lalu raja tulikan kepala
dan kami papa
semakin papa

Sunday, February 18, 2007

Just Jokes ^_^

Mengapa Indonesia Tidak Maju

Bertahun-tahun saya heran, kenapa sih Indonesia "Tidak maju-maju,meski sudah merdeka 61 tahun.
Tapi sekarang .... saya sudah tahu alasannya.....
Berdasarkan data statistik :
1. Jumlah penduduk Indonesia ada 237 juta. 104 juta diantaranyaadalah para Pensiunan. Jadi yang kerja cuma 133 juta.
2. Jumlah pelajar dan mahasiswa adalah 85 juta. Jadi tinggal 48 jutaorang yang kerja.
3. Yang kerja buat pemerintah pusat ada 29 juta. Jadi tinggal 19 juta yang kerja.
4. Ada 4 juta yang jadi ABRI dan polisi. Jadi tinggal 15 juta yang kerja.
5. Ada lagi yang kerja di pemerintahan daerah dan departemen-departemenjumlahnya 14,800,000. Jadi sisanya tinggal 200,000.
6. Yang sakit dan dirawat di rumah sakit, termasuk rumah sakit jiwadi seluruh Indonesia ada 188,000. Jadi sisa 12,000 orang saja yangkerja.
7. Ada 11,998 orang yang dipenjara.
Jadi tinggal sisa dua orang saja yang masih bisa kerja. Siapa mereka ???
Yaa... tentu saja SAYA dan ANDA !
Tapi kan...ANDA lagi main-main dengan Internet. (hehehehee)
Jadi tinggal SAYA SENDIRI YANG KERJA!!!!!!!
Pantes aja kalau begini Indonesia tidak maju-maju ......!!!!

Teruntuk SaudariQ Yg Kucintai Karena Allah

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih, dan bergembiralah kamu dengan memperoleh Surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Q.S Fushilat 30)

Tetaplah Disini Ukhty…..
Tetaplah berhimpun dalam naungan cahaya, bertahanlah dengan pelita dalam hati kita. Pelita yang dikaruniakan Allah untuk menerangi langit dan bumi. Jangan membuat jarak dengan cahaya Allah agar tak kehilangan arah dalam melangkah, pun agar bisa melihat dan tak meraba-raba jalan kita.

Tetaplah Disini Ukhty….
Di jalan Islam, tetaplah bersama meniti jalan ini hingga akhir. Kita semua mungkin telah letih Ya ukhty, karena jalan ini amat panjang dan berliku. Karena perjalanan ini melampaui batas dimensi dunia dan waktu. Tetapi tetaplah disini, jangan pernah menjauh. Yakinlah, kenikmatan yang kita reguk dijalan ini lebih banyak disbanding yang direguk oleh orang-orang yang lalai. Keindahan yang kita rasakan disini jauh melebihi keindahan yang kerap dibanggakan mereka yang jauh dari jalan ini.

Tetaplah Dijalan ini Ukhty…
Sebagaimana para mujahid dan syuhada’ mengukuhkan diri di jalan ini, para pemberani yang tak pernah surut melangkah walaupun celah untuk mundur begitu penuh bertabur hiasan dunia nan gemerlap. Dan perhiasan manakah di dunia ini yang mampu mengalihkan mata hati-mata hati yang jernih dari indahnya cinta dan ridlo Sang Kekasih? Dan perhiasan manakah di dunia ini yang mampu menandingi indahnya cinta dan ridlo Sang Kekasih?

Tetaplah Disini Ukhty…
Jangan berpaling dari jalan ini, jalan yang telah Allah karuniakan kepadamu. Sebagaimana Ia mengaruniakannya hanya kepada hamba yang terpilih. Jalan yang tak pernah sepi apabila kau berpaling darinya. Akan tetapi, inilah jalan yang membuat jiwamu hampa apabila kau berpaling darinya.

Ukhty Mujahidah…
Ingatkah ketika kita menetapkan cita sebagai pemburu akhirat?
Pemburu akhirat…sosok yang didamba Kekasih kita. Sosok yang tak pernah merasa mudah dalam proses metamorfosisnya.
Dan kini tiba detik-detik menyesakkan itu. Saat jiwa raga terdesak keterbasan. Bahkan dalam hening pun kita harus tetap melawan. Melawan diri kita sendiri. Melawan hasrat kepada jalan yang lebih landai, hasrat untuk beristirahat, hasrat untuk berhenti.
Inilah detik-detik yang menyesakkan itu. Saat bayangan Kekasih seakan memudar, dan kita bagai kehilangan tujuan. Saat kita sejenak tertegun dan bertanya : Apa yang kita cari sebenarnya?.
Inilah detik-detik itu. Detik ketika tak boleh ada kata menyerah!
Ukhty, sesungguhnya Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Letih ini adalah kebutuhan diri, kebutuhan untuk belajar, bangkit dengan segala kelemahan dan menjadi pejuang sejati.


Dan Ingatkah Engkau, Ukhty Mujahidah…
Akan cita-cita kita menjadi pilar penyangga menara kejayaan Islam. Dan menjadikan diri kita sebagai jiwa-jiwa bersinar yang menerangi kegelapan. Cita-cita untuk mengulurkan kedua belah tangan kita kepada umat, menyingkirkan bebannya, menyembuhkan lukanya, melindungi kemuliaannya. Mimpi kita untuk mengukir nama Islam dengan tinta emas sejarah kegemilangan peradaban manusia. Mimpi kita membangun istana di Surga. Juga mimpi kita untuk berjumpa dan menatap wajah Kekasih (Insya Allah). Sungguh ukhty, tidakkah kau merasa bahwa letih yang mendera ini tak seberapa?

Maka….
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. At-Taubah : 42)

Karenanya…
Tetaplah disini ukhty…
Dalam perniagaan yang tiada pernah rugi. Tiada ketersiaan apabila menginvestasikan waktu untuk berjuang dijalan-Nya. Tak ada kekalahan apabila telah korbankan semua dalam kompetisi meraih cinta-Nya. Dan tak seharusnya ada penyesalan dan kepedihan. Karena Allah tak pernah lalai mencatat setiap lelah dan duka hamba yang ikhlas beribadah kepada-Nya.
Cukuplah Allah, sebaik-baik pemberi balasan.

Selamat berjuang saudariku, selamat menggapai cinta-Nya!
Untukmu salalu untaian salam dan doa saudarimu
Semoga Allah meneguhkan kita, Amiin

Thursday, January 25, 2007

Merajut Ukhuwah, Raih Kemenangan Islam

Kondisi da’wah di kampus memiliki tantangan tersendiri.Sebagaimana yang kita ketahui bahwa kampus adalah lahan yang subur bagi tumbuhnya aktivis-aktivis dan kelompok da’wah.Dimana seringkali terjadi benturan antar kelompok da’wah dikarenakan perbedaan pemahaman dan metode da’wah.Benturan yang terjadi berujung pada upaya untuk mencitraburukan kelompok da’wah yang lain.Dengan harapan objek da’wah akan beralih dari kelompok da’wah tersebut.Hal ini telah terjadi bahkan sejak awal munculnya kelompok da’wah di kampus hingga saat ini.Ternyata kondisi seperti ini berdampak pada penurunan semangat kita sebagai aktivis atau pengemban da’wah.Ketika objek da’wah yang kita interaksi menolak karena mendapat isu negatif dari kelompk da’wah yang lain.Setiap kali hal ini terjadi,setiap kali pula kita berputus asa untuk menyampaikan Islam.Karena secara kejiwaan,penolakan-penolakan adalah hal yang tidak sehat bagi tumbuhnya optimisme dalam diri.Dan bila hal ini terjadi secara terus menerus,maka aktivitas da’wah di kampus tidak akan berkembang.Sehingga tujuan da’wah pun semakin jauh.Tentunya hal ini menjadi masalah yang besar.Benturan antar kelompok da’wah yang berujung pada fitnah dan isu negatif adalah gambaran penyimpangan terhadap syaria’at Allah,yakni ukhuwah Islamiyah.
.
KEWAJIBAN MENEGAKKAN UKHUWAH ISLAMIYAH
Di dalam Qs.Al Imron:103 :
Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kalian dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati kalian, lalu menjadilah kalian karena nimat Allah orang-orang yang bersaudara”
Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan tersebut; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain, karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertaqwa” (QS. Al An'am 153).
Dari dua ayat tersebut memerintahkan kepada kaum muslimin untuk bersatu dan larangan untuk bercerai berai.Apalagi saling memfitnah,tentunya.Dimana fitnah adalah keharaman.

KENDALA UKHUWAH ISLAMIYAH
Kendala bagi ukhuwah Islamiyah tidak lain adalah ananiyah (akuisme) dan ashabiyah (fanatisme golongan).Dua paham ini yang membuat kelompok da’wah berjuang demi kelompoknya.Bahkan terkadang menganggap kelompok yang lain akan menghambat kepentingan kelompoknya.Sehingga sengaja atau tidak sengaja mereka telah menepiskan ukhuwah Islamiyah dengan penebaran fitnah dan isu negatif.Padahal Rosulullah SAW telah bersabda:
“Bukan termasuk golongan kami yang menyeru kepada ashabiyyah (kelompoksuku/ bangsa), berjuang untuk ashabiyyah dan mati di atas ashabiyyah” (HR.Muslim).

MENGHADAPI KENDALA DALAM UKHUWAH ISLAMIYAH
Adanya paham-paham yang telah mengoyak ukhuwah Islamiyah tidak lain disebabkan oleh adanya pemahaman asing (kufur) yang telah bercokol dalam diri kaum muslimin termasuk sebagian kelompok da’wah. Sukuisme,fanatisme golongan,nasionalisme,dan sebagainya secara sadar atau tidak telah menghinggapi pemikiran kaum muslimin.Ditambah lagi kerendahan taraf berpikir kaum muslimin semakin memperparah kondisi.Mereka tidak mampu berpikir politis sehingga paham siapa lawan dan siapa kawan/saudara.Dan terlebih lagi .mereka tidak memahami persoalan utama kaum muslimin.Sehingga cenderung meributkan persoalan diantara sesama kelompok Islam sendiri daripada berpikir serius tentang persoalan ummat.
Maka untuk menghadapi kendala dalam ukhuwah Islamiyah ini tidak lain adalah dengan menyampaikan kerusakan-kerusakan dari pemikiran-pemikiran yang telah mengotori ukhuwah Islamiyah itu sendiri.Dengan menganggap bahwa kelompok –kelompok da’wah adalah juga bagian dari ummat yang berhak mendapatkan penyadaran.

LANGKAH PRAKTIS..
Mengutip apa yang disampaikan oleh Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia :
“Kendatipun berbagai kelompok Islam menunjukkan tingkat keragaman yang tinggi dan kompleks, namun HTI memandang dari kaca mata ukhuwah Islamiyah, bahwa selama tetap berpegang teguh pada aqidah dan syariah Islam, semuanya dianggap sebagai saudara sesama muslim meskipun berbeda-beda pemahaman dan gerak kelompok.
Keragaman adalah sunnatullah yang tidak dapat dihindari sehingga tidak perlu disesali. Yang diperlukan adalah upaya mencari titik temu agar tercipta sinergi antar berbagai kelompok Islam dalam menghadapi tantangan bersama, yakni bagaimana menghadapi hegemoni kapitalisme global dengan berbagai agendanya serta perjuangan menegakkan kembali kehidupan Islam dengan penerapan syariah Islam secara kaffah di bawah naungan khilafah Islamiyah. Allahu'alam bi al-shawab” [ ]
Sehingga langkah praktis yang dapat dilakukan terhadap sesama kelompok da’wah adalah:
• Menjalin silaturrahim dengan sesama kelompok da’wah melalui kunjungan-kunjungan antar structural atau pengurus kelompok da’wah.
• Penyampaian visi dan misi antar sesama kelompok da’wah dan upaya mencari persamaan dan titik temu untuk berjuang secara sinergi dalam upaya membangkitkan ummat,melalui forum-forum diskusi terbuka atau tertutup,dsb.
• Penekanan wajibnya ukhuwah Islamiyah dan keharaman saling berseteru dan memfitnah sesama kelompok da’wah melalui surat-menyurat,forum keakraban,dan sebagainya.
Dan langkah praktis terhadap objek da’wah:
• Menekankan wajibnya menjaga ukhuwah Islamiyah dan kaeharaman fitnah dan su’udzon terhadap sesama muslim
• Tidak berputus asa menyampaikan dan meluruskan pemahaman yang salah,melalui berbagai cara dan pendekatan.
• Senantiasa menyampaikan Islam ideologis dan kecemerlangan ide-ide Islam dalam menyelesaikan persoalan,sehingga ummat dapat melihat bahwa ide yang kita emban layak untuk diterima dan diperjuangkan.

KHATIMAH
Benturan antar kelompok da’wah adalah salah satu tantangan dalam da’wah. Dalam menjalankan aktivitas da’wah, hal ini adalah sebuah keniscayaan.Sehingga yang seharusnya dilakukan adalah mengatasi persoalan ini. Benih-benih terkoyaknya ukhuwah Islamiyah mampu diatasi dengan solusi Islam,yakni beramar ma’ruf. Namun,keputus asaan dalam berda’wah harus dijauhkan. Yakni dengan menepiskan anggapan bahwa persoalan ini adalah harga mati. Tetapi dengan mengingat janji Allah untuk menolong orang-orang yang berjuang demitegaknya Dienul Islam:
”Pada hari (kemenangan ) bergembiralah orang-orang yang beriman karena pertolongan Allah.Dia menolong siapa yang dikehendakiNya.Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang” (TQS.ar-Rum:4-5)

Monday, January 08, 2007

Sujam Love Story Part IV

Gosip…gosip…gosip mmmuuuuaaah, ya begitulah kata yang tepat untuk menjawab Sujam Love Story Part III , Nothing….tidak terjadi apa2 denganku, hanya ingin membaca banyak buku slama aku di Sujam itu saja…halo pembaca….pembaca dilarang kecewa lo ya…he..he..he .

BTW ceritanya kemarin sampai mana ya? Kelamaan ngga’ nulis sih ampe’ lupa akhir cerita Sujam III, ya maaf...lagi sibuk gitu loh.

Mess sore hari pertama
Suasana begitu sepi, tenang, hmm bikin ngantuk aja, mana belum punya teman untuk diajak ngobrol lagi, apa boleh buat, buku dan TV adalah teman yang paling setia menemaniku. Tapi boring juga nih, kalau di mess terus, jalan2 ah........

Kebun karet begitu sunyi, lengang tanpa suara hanya desiran angin yang mempermainkan ujung2 dedaunan, aq lebih suka menyebutnya sebagai hutan. Apalagi kalau malam,hiii seram...gelap mengelilingi mess, depan-belakang-kanan-kiri, wis pokoknya gelap gulita, cahaya bulan tak mampu menerobos dedaunan hutan itu, tak tampak lampu rumah penduduk satupun, hanya terdengar nyanyian jangkrik, tokek, cecak n’ kodok bersahutan riang bagai irama simphony mozart ataupun Bethoven (weleh2 kaya’e jauh banget deh ). Tiap malam jadi sedih nih, ngga’ bisa kemana2, I’m alone at home, mana berani pergi malam2 begini sendirian (walaupun jarum jam masih menunjukkan pukul 7 malam). Tapi Alhamdulillah, secara fisik aku memang sendirian, tapi aku merasa ngga’ sendiri lo (bukan karena ditemani “penghuni” mess, tapi karena orang2 yang mencintaiku , menyayangiku, dan merindukanku selalu ber-sms ria dengan-ku, siapa lagi kalau bukan my love daddy – mommy n’sister2ku Lail n’ Fida serta my pren2 grati, pasuruan, malang n’ surabaya, thx 4 all telah menemaniku walaupun hanya sekedar tulisan beberapa karakter ataupun telpon just say hello (say hello kok puluhan menit ampe’ panas nih telinga ^_^). Tapi ada yang keterlaluan juga nih prenq, masa aku bilang, “ iya nih aku sendirian, sepi lagi”. Eh dia-nya malah nggodain, “wah kesepian ya rik...sunyi....sepi.... sendiri (nyanyi), udah pantas rik jadi istri yang setia menunggu suami pulang kerja, itung2 ya nih kamu lagi menjalani masa latihan pra nikah, he...he”. “Hua...ha...dasar! ono meneh, ogah...ora ono sing arep nikah, jelas!”

Ya hari2pun berlalu, satu-dua hari serasa dah seminggu (terasa membosankan dan waktu berjalan cukup lama), tapi setelah itu, wusss tak terasa waktu berganti begitu cepat, ya iyalah, memang waktu itu kan belum adaptasi sama lingungan baru, tapi setelah itu, yang nama-nya manusia pasti butuh bersosialisasi dan berinteraksi degan orang lain, so sore2 aq selalu jalan2 ngga’ disekitar hutan lagi (karena disana hanya akan mendapatkan binatang n’ pohon2 dihutan), aq mencoba untuk keluar ke rumah2 penduduk ya walaupun lumayan jauh, tapi aku menikmatinya, melewati kolam ikan, hutan, pabrik kopi, lapangan tenis yang biasa dipakai latihan tenis bapak/ibu2 perkebunan dan pos satpam...Weh orang sujam ternyata ramah2, pada sok kenal, tapi dengan suasana itu, aku jadi lebih enjoy n’ lebih mudah untuk bersilaturrahim dengan mereka, tiap ketemu orang sujam, nih mulut siap2 kasih jurus senyum 227, maksud-nya? 2 cm ke kanan, 2 cm ke kiri selama 7 detik  he...he.

Hmm pada aslinya aku bukanlah orang yang suka nonggo, apalagi sama ibu2 (ibu2 yang sudah kenal aja jarang, apalagi yang ngga’ kenal), biasanya kan ngobras-nya sama teman2 sejawat ataupun orang yang lebih tua dikit dariq n’ lebih muda dariq, pokok-nya orang2 yang masih berjiwa muda  (ngga’ ngerasa apa kalau sebenere dirinya juga sudah lumayan tua  he...he), tapi bagaimanapun juga kalau dipikir2 ngga’ selamanya aku berada di lingkungan anak muda, karena setelah aku lulus kuliah mau ngga’ mau aku harus berinteraksi dengan masyarakat disekitarq, ngga’ bisa hidup sendiri, tul ngga’? tuuuulll. Jadi program selama di Sujam adalah belajar bersosialisasi dengan masyarakat dari ibu2, bapak2, mbak2, anak2 ampe’ balita

Awal mula bersilaturrahim dengan masyarakat sekitar sedikit agak canggung, n’ than Alhamdulillah lancar deh, bahkan dah aku anggap sebagai ibu-bapak-om-tante-mbak-adik-q sendiri, begitu pula sebaliknya, wis pokoknya serasa aku punya keluarga sendiri disana, bahkan setiap pulang kerja disuruh mampir kerumah mereka, habis gitu diajak senam n’ main tenis bersama (permintaan yang satu ini tidak pernah aku kabulkan, dengan alasan tidak membawa baju olah raga, padahal bukan itu masalahnya, memakai jubah n’ kerudung kan ngga’ mengurangi kebebasan gerak aktivitas qta, tapi bermain tenis lari kesana kemari pakai jubah bisa2 dipikirnya aku orang aneh, lho kok malah negative thinking? Bukan maksud negative tapi meminimalisir hal2 yang ngga’ diinginkan, karena ngga’ semua orang paham dengan jalan pikiranku n’ mau menerimanya), trus diajak ikut pengajian ibu2 tiap malam jumat, jadi-nya aku sudah merasa dah dianggap sebagai bagian dari komunitas Sujam. Ya mungkin benar kata mommy n’ sister-q, gunakan kesempatan selama PKL untuk menempa diri dan melebur menjadi bagian dari masyarakat, itung2 latihan pra nikah, bukannya tar kalau dah berkeluarga kamu akan menjadi bagian dari masyarakat, berinteraksi dengan masyarakat dan berda’wah pada masyarakat sekitar-mu? Weleh...weleh...inggih...inggih...he...he... 


Tak bisa dipungkiri bahwa masyarakat bukan hanya kumpulan dari individu2 semata, tapi komponen pembentuk masyarakat adalah individu, pemikiran, perasaan dan aturan yang diterapkan untuk masyarakat tersebut. Saat da’i kondang Ust Abdullah Gymnastiar atau biasa disapa dengan nama Aa Gym menikah lagi dengan istri kedua-nya ”Teh Rini”, tak bisa dipungkiri pro-kontra polemik poligami mencuat di permukaan masyarakat Sujam, ”Aa Gym poligami, aku jadi ngga’ simpatik lagi sama beliau, kurang apa teh nini? Cantik, sabar, sholikhah, keibuan dsb (pujian terlontar untuk teh nini n’ celaan untuk Aa Gym)”, begitulah sebagian besar dari masyarakat Sujam menilai tindakan Aa Gym mengambil salah satu syari’at kemubahan untuk melakukan poligami. Dan tentu saja keberatan itu sebagian besar di lontarkan oleh kaum hawa, ”Lebih baik aku diracun mbak, daripada di madu”. Kata seorang ibu yang bersama-q, weks kok sampai segitu-nya? Pikir-q. Wah ini nih perlu diluruskan pemahaman ibu2 ttg poligami, tapi sebenarnya perlu juga buat bapak2. Semuanya butuh ilmu, tentu saja jika semua itu berlandaskan dengan ilmu islam dan pemahaman yang benar tentu tidak akan terjadi penolakan yang berlebihan pada syari’at Allah dari pihak istri atau kedzoliman dari pihak suami kepada istrinya. Karena jelas, jika kedua belah pihak memahami hukum islam, hukum yang berasal dari Al-Kholiq karena Allah-lah dzat yang menciptakan dan mengatur manusia, maka semua akan berjalan sesuai dengan koridor-nya.
Tentu saja sebagai seorang muslim, kita harus meyakini 100% bahwa aturan Allah adalah aturan yang terbaik bagi manusia, kita ngga’ boleh mengambil sebagian hukum (yang nampak ada manfaat-nya bagi kita) dan menolak hukum Allah (yang nampak merugikan manusia, seperti hukum riba bunga bank, kemubahan poligami, kewajiban untuk berjihad melawan kaum kafir, pidana Islam : rajam, potong tangan, dsb). Tapi kita harus menerima dan melaksanakan hukum tersebut dengan kerelaan dan kepasrahan yang sepenuhnya sebagai konsekuensi kita sebagai seorang muslim

Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al-Ahzab : 36 yang artinya
” dan tidaklah patut bagi laki-laki yang beriman dan tidak (pula) perempuan mukmin, Apabila Allah dan Rosul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata”.

Begitu pula dalam QS. An-Nisa’ : 65 yang artinya
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman, hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”.

Berkaitan dengan poligami, sudah jelas dalam Al-Qur’an hukumnya mubah, tapi disini suami-pun juga harus tahu kewajibannya pada istri2-nya saat memilih untuk berpoligami. Memang ada syarat adil kepada semua istri-nya, dan inilah yang dipakai landasan oleh orang2 feminis bahwa ngga’ ada manusia yang bisa berlaku adil, seadil-adil-nya, karena itu mereka gigih memperjuangkan hukum poligami menjadi haram di negara Indonesia ini bagi para pejabat pemerintah dan PNS. Lho kok bisa2-nya mereka mau mengubah hukum Allah yang sudah jelas mubah menjadi haram?. Memang tak dapat dipungkiri bahwa manusia nga’ bisa adil, mungkin dalam hal materi suami masih bisa berlaku adil tapi untuk masalah hati, ini adalah sesuatu yang ghaib dan tidak mungkin bisa dipaksakan untuk berlaku adil. BTW about marak-nya berita poligami Aa Gym di media massa selama aku di Sujam, mengingatkanku pada saudara2 seperjuanganku di Surabaya (ukhty Desi, Mia n’ Astri), I miss U so much pren...aku jadi ingat masa2 canda tawa kita dengan menyanyikan lagu si Astrid ”Jadikan aku yang kedua”, bagi pembaca yang belum gaul ama nih lagu, kalau ngga’ salah lirik-nya :
Jika dia cintaimu, melebihi cintaku padamu
Aku pasti rela untuk melepasmu, walau kutahu ku kan terluka
.........................................................
Jadikan aku yang kedua, buatlah diriku bahagia
Walau kutahu tak kan pernah milikimu selamanya......

Tapi lagu ini biasa diplesetin sama ukhty Desi si vokalis “Denting Sahara”, liriknya jadi enak di dia ngga’ enak di yang lain, pingin tahu? (baca-nya sambil dinyanyiin ya  )
Jika kau mencintaiku, melebihi cintamu padanya
Aku pasti rela untuk membagimu, walau kutahu ku kan cemburu
Jadikan aku yang pertama, jadikan mia yang kedua
Jadikan Astri yang ketiga, jadikan Rika yang keempat
” Hua...ha....ha...gimana mau ngga’ jadi maduku?” tanya ukhty Desi
Ogah.........enak aja aq dijadikan istri ke empat, ngga’ mau! Gimana kalau aku jadi yang pertama aja n’ kalian jadi maduku? Protes-q.
” Hei...hei...usia anti itu yang paling muda dari kita2, jadi anti yang keempat aja ”
” Yee ngga’ konsisten nih orang2, bukannya kemarin aku disuruh nikah duluan sbagai batu loncatan kalian?, ya udah kalau aku jadi yang keempat, lagu-nya harus diganti ”
” ganti gimana? ”
Ceraikan dulu ukhty Desi, ceraikan juga ukhty Mia, ceraikan pula ukhty Astri jadikan diriku bahagia...
“ Dong....dong...dong dasar arek ga’ sopan, dikasih hati minta otak” jawab ukhty Desi
” Ya jelas-lah, lha wong otak goreng buatan ibu adalah lauk favoritq, he...he...ngga’ nyambung jek, ngga’...ngga’ pren just kidding kok, ngga’ mungkin lah kalau aku berbuat sejahat itu sama kalian”

Pren.....kangen......banget, apakah kalian merindukanku jua? Batinku saja, eh kok ya ternyata ikatan batin antara kami begitu kuat, sms dari ketiga saudaraku bergantian mengisi memory inbox menanyakan kapan aku pulang, ungkapan I Love U, I miss U so much dkk-nya, subhanallah indahnya persaudaraan islam yang diikat oleh aqidah islam.

Lho kok cerita Sujam Love Story-nya jadi ngelantur sih? Ya ini gara2 marak-nya opini masyarakat Sujam about poligami Aa Gym, ide ceritanya jadi berkembang deh 

OK back to aktivitas-q di sujam, banyak pengalaman yang kudapat disana, pengalaman jadi drg profesional (mosok sih ^_^), n’ tinggal di mess sendiri, bersosialisasi dengan masyarakat, menjelajahi perkebunan karet, sengon dan kakao (coklat) dengan menaiki truk (kali ini bukan di belakang tapi di depan (bersama pak sopir, mbak Yuli, aku dan pak mantri he...he lucu deh aku diapit sama orang2 itu sampai hampir ngga’ bisa duduk karena jalan yang bergeronjal2 membuat duduk-q sering ganti posisi ke bawah, kasian banget sih ^_^) n’ waktu imunisasi di tiap afdeling (PAAL IV dan VI, Sumber wungu, sumber waringin, sumber jambe dsb) sangat menyenangkan, balita-nya lucu2 n’ ternyata ibu2nya masih muda2 lo, banyak yang seusia-q bahkan ada yang lebih muda dari-q, ya maklumlah daerah-nya campuran etnis jawa-madura gitu)

Oiya yang paling menyenangkan, bermain n’ berjalan2 di tepi pantai rajegwesi, subhanallah....it’s beatiful beach deh, ombak-nya gede bergulung2, pasir putih yang berkilauan, bersih n’ bening banget airnya, dikelilingi bukit2 tapi diujungnya terlihat lautan lepas, ya iya-lah namanya juga pantai selatan. Di ujung tepi pantai ada banyak nelayan yang menjual hasil melautnya, wis pokok-nya menyenangkan deh, apalagi kalau pergi kesana sore hari, sungguh suasana yang tiada pernah akan kulupa, karena ngga’ bakalan aku jumpai di Surabaya. Tahu ngga’, pantai rajegwesi ini, sekitar tahun 1996-an pernah terkena musibah tsunami lo, hiii jadi merinding deh kalau membayangkan gimana kalau seandainya waktu aku menyusuri pantai tiba2 tsunami datang, whuss mungkin hari ini aku ngga’ bakalan bisa nyeritain Sujam Love story, n’ mungkin di FKG aku tinggal nama saja, bahwa ada seorang mahasiswi FKG yang melakukan PKL di Sujam tertelan ombak Tsunami, ha...ha....nih imajinasi tingkat tinggi-nya sudah kebangeten deh, huss naudzubillahi min dzalik, punya bayangan kok macem2 gitu sih!

OK...Sujam Love Story-nya bersambung lagi aja ya.....tapi kalau aq dah bosen cerita Sujam, pingin ganti topik lain, ya mohon maaf kalau pembaca harus membuat ending cerita ini sendiri, he...he gpp kan? Bye...bye........

Monday, December 18, 2006

Sumber Jambe Love Story Part III

Da-da adik….(lho kok adik? Ya iyalah, lha wong dia anak TK entah kelas A atau kelas B aku tak tahu, pokoke masih kuecil banget) kulambaikan tanganku kearah-nya saat dia semakin menjauhiku, lha kok malah lari.....?” Dasar Rika senengane medeni bocah “ ^_^!!! (bagi pembaca, yang dah penasaran sama cowok di Sujam Love Story 2, n’ dah berpikiran macem2, kasian deh lo ^_^ ha….ha)

Kulanjutkan langkah kaki-ku yang sempat terhenti oleh si bocah TK, kupandangi langit yang biru dan terik-nya mentari yang kian menyengat (jam 7 sujam seakan2 jam 9 sby, jam 9 Sujam seperti jam 12 Sby) wis pokoke puanas banget. Ya iyalah nama-nya juga kebun kayu sengon, jati n’ karet, iya kalau kebun teh atau kopi dan sejenis-nya yang suhu lingkungannya dingin. Setelah beberapa langkah, aku membaca tulisan Balai Kesehatan Sumber Jambe, aku masih bingung, masa’sih disini? Bukannya aku mencari Puskesmas? Sama ngga’ ya? Akhirnya aku tanya bapak satpam yang jaga di pos dekat Balai tersebut,
“Maaf pak mau tanya, puskesmas-nya disebelah mana ya pak?”
“Oo mbak dari FKG ya…itu mbak didepan situ”
“”iya saya dari FKG, makasih ya pak……..” jawabku singkat.
Ternyata benar ”tugas suci-q” bukannya bekerja di Puskesmas tapi di Balai Kesehatan milik perkebunan. Dengan langkah mantap aku memasuki Balai kesehatan tersebut.
”Assalamu’alaikum ibu....saya Rika” kuulurkan tangan berkenalan dengan seorang ibu yang bekerja disana, tepatnya bagian KIA (Kesehatan Ibu-anak)
”Waalaikum salam, saya bu ginem” jawab beliau
” Oiya, saya sudah tahu kok bu dari teman2, maaf bu bapak mantri-nya dimana?” tanyaku
”Mungkin masih dirumahnya mbak, tar lagi datang kok, tunggu aja dulu”
”Iya bu makasih” jawabku singkat.
Setelah panjang lebar berkenalan dengan beliua, aq menuju ke Poli gigi (tempat kerja baru-q sebagai dokter gigi ”karbitan/ pemature”, emang belum sah kok).
Disebelah poli gigi ada loket yang merangkap apotek, penjaga-nya seorang ibu muda beranak satu, nama-nya mbak Yuli. Akupun berkenalan dan ngobrol ngalor-ngidul (segera beradaptasi dengan lingkungan baru) dengan bu ginem, mbak Yuli dan Pak Ponidi salah satu staf pembantu umum Balai Kesehatan.

Hmm kulihat dari jendela bagian belakang balai Kesehatan, ada rumah dinas pak mantri dan kamar2 kosong yang sudah tak terpakai, karena dulu kamar tsb digunakan sebagai rawat inap dan mess mahasiswa FKG yang bertugas disini.

”Mbak dicari pak mantri di BP” kata bu ginem
” Oiya bu, makasih ” dengan membawa surat tugas dari kampus menghadap pak mantri, dalam perjalanan yang hanya membutuhkan beberapa langkah, jadi teringat rasa penasaranku pada pak mantri yang ”kurang disukai oleh teman2ku”. Kupikir kalau aku ngga’ berbuat salah atau aku berbuat baik dengan beliau, Insya Allah ngga’ ada masalah, ya semoga aja demikian.

Kuketuk pintu dan kuanggukkan kepala sebagai tata krama kesopanan, tok...tok ”Assalamu’alaikum, boleh saya masuk pak? ”
” Waalaikum salam, Ooh ya silahkan ” bapak mantri berdiri mempersilahkanku masuk dan mengulurkan tangan untuk bersalaman
Aku-pun menyambut jabatan tangan pak mantri (aku pikir dan yang kupahami, berjabat tangan dengan lawan jenis bukanlah sesuatu yang haram, tetapi hukumnya mubah2 saja. Hanya saja tidak semua kemubahan bisa dan harus kita lakukan, terkadang kita-pun harus menjaga diri kita, kapan kita menerima jabat tangan dengan lawan jenis dan kapan tidak, aku pikir pemabaca-pun mampu untuk memilah2 hal tersebut).
” Rika pak ” kuperkenalkan nama-ku terlebih dahulu
” Oiya silahkan duduk ”
Bla...bla...pertanyaan seputar perjalanan yang melelahkan, pendapat ttg Sujam, program-ku ke depan selama 2 minggu di Sujam, dan pertanyaan2 yang lain, cerita2 kalau beliau baru bulan Juni menjabat sebagai mantri di Sujam jadi belum banyak pengalaman memimpin di balai kesehatan Sujam ini dan baru menikah sekitar 2,5 bulan yang lalu. Bla...bla...panjang deh, inti-nya selamat datang di Sujam, di Balai Kesehatan Sujam, n’ nyantai aja disini, di betah2in anggap refreshing. Aku Cuma tersenyum, dalam hati masih bertanya mampukah aku bertahan di Sujam selama 2 minggu?.

BTW about pak mantri yang masih muda banget itu (sekitar 26-27an), sekilas aku memberi nilai 70 (kumat nih keisengan Rika, 3 C untuk beliau: cool, calm n’ cakep ^_^ tapi sayang dah beristri hua...ha...ngga’ banget deh...huss pikiran kok dibiarin nglantur gini to Rik, Astaghfirullah....aku Cuma iseng aja kok Ya Allah...jangan marah ya...pliz ampuni hamba-Mu yang ngaco’ ini ^_^). aku hanya berpikir apa yang tidak disukai teman2ku pada beliau? Beliau begitu baik, aku tidak merasa diceramahi, beliau sopan, ramah dan yang cukup berkesan, beliau mengatakan bahwa beliau orang-nya kalau ngga’ perlu bicara ya ngga’ bicara, kalau perlu bicara maka ya akan bicara (wah kebetulan sekali pak, itu yang saya inginkan).

N’ than, mbak Yuli mengantarkanku ke kantor perkebunan sebelah mess-ku, aku menghadap bapak Seno sebagai kepala kantor untuk menyerahkan surat tugas dari FKG, kemudian percakapan ringan yang tak jauh berbeda dari sambutan pak mantri. Kemudian aku berkenalan dengan seluruh staf kantor perkebunan, entahlah aku ngga’ hafal nama2 bapak tersebut, terlalu banyak, hanya beberapa gelintir orang yang masih kuingat, ada pak muji, pak puji, pak subandi, karena beliau sering nglembur bersama-ku di kantor untuk mengerjakan laporan masing2.

Setelah dari kantor, aku-pun kembali ke balai kesehatan dan melewati TK, kembali aku mengamati bocah2 TK sambil mencari wajah bocah laki2 yang kutemui tadi pagi ^_^, ternyata pertemuan-ku dengan si bocah pagi itu adalah pertemuanku yang pertama dan terakhir selama di Sujam, karena aku tidak pernah bertemu lagi dengannya T_T, entah aku yang berangkatnya terlalu siang, atau dia yang terlalu pagi?” Entahlah aku belum mendapatkan jawabannya, ”penting ngga’ sih dibahas” ^_^ he...he

Baru beberapa menit mengamati peralatan2 poli gigi yang sangat2 terbatas itu (dibanding FKG yang lumayan lengkap), seorang anak perempuan TK kelas B datang bersama ibu-nya mau mencabutkan gigi anak-nya, gigi 71 n’ 81 (isitilah untuk gigi insisivus pertama sulung kiri-kanan bawah).
”Hmm cabut gigi anak? Wadau gimana nih? Sering-nya sih cabut gigi orang dewasa pakai suntikan anastesi n’ aku sudah melewati klinik Bedah Mulut I dan II, so Insya Allah kalau gigi orang dewasa no problemo, tapi kalau gigi anak2 ini urusan Pedodonsia (kedokteran gigi anak2)dan aku belum masuk kesana, baru semester depan aku mengambil paket klinik itu. Hmm Bismillahirramanirrahim, aku harus bisa, disini ngga’ ada dosen ataupun teman2 yang akan membantuku, tapi disini peranku adalah sebagai seorang dokter gigi, aku adalah pembuat kebijakan atas tindakan yang akan kuambil dan harus mampu bertanggung jawab atas tindakan-ku, Ya Allah.....aku tidak pernah mancabut gigi anak2, Engkau tahu itu Ya Allah, tapi aku-pun tidak boleh menolak permintaan pasien, kumohon Ya Allah beri kemudahan pada hamba-Mu ini. Tak kutampakkan rasa ketidak PD-anku pada pasien dan orang tua-nya, karena akan berpengaruh besar pada psikology sang anak dan ibu-nya. Aku-pun berusaha bersikap profesional, mendiagnosa dgn menanyakan segala hal yang kuperlukan untuk riwayat kesehatan dan rekam medis sebagai pertimbangan tindakan yang akan kulakukan. Hmm Ok, Bismillahirrahmanirrahim, kuajak si anak berbicara ringan, tentang sekolah-nya, kuajak bercanda sebentar dsb (untuk mengalihkan perhatian dia, sehingga berkurang rasa takut-nya pada tindakan ”cabut gigi”)
”Adik ngga’ usah takut ya...bentar, sakit dikit kok (emang nih gigi udah goyang derajat 2, jadi Insya Allah ngga’ terlalu susah untuk mengeluarkannya), tar kalau sakit angkat tangan ya.....”
Dia mengangguk tanda setuju dengan instruksi yang kuberikan
Kuambil chloretyl (anestesi topikal berbentuk spray, suhu-nya dingin) dan tang gigi anterior sulung, kuambil tampon (kasa yang digulung) dan disemprotkan chlorethyl ke tampon tersebut, Bismillahirrahmanirrahim, kuletakkan tampon dingin tersebut pada daerah sekitar gigi 71 dan 81, awal-nya kuambil gigi 71 (insisivus pertama sulung kiri bawah yang sudah goyang derajat 2) kemudian gigi 81 (insisivus pertama sulung kanan bawah yang goyang derajat 1). Syut...nah sudah selesai kata-ku pada gadis kecil itu, nih gigi-nya adik, kutunjukkan kedua gigi yang sudah kuambil, pinter ngga’ nangis....ngga’ sakit kan, lho kok matanya berkaca2 ini kenapa? Sakit ta? Tanya-ku
Dia menggeleng lemah, ”lha terus napa? Takut? ” tanyaku. Dia mengangguk.
” udah gpp, dah selesai kok, ini kapas-nya digigit dulu, sekarang sekolah lagi ya...nih mbak Rika kasih sikat dan pasta gigi (enak ya jadi pasien anak2, dapat bonus terus, ya itung2 sebagai reward atas keberanian dia, n’ biar dia ngga’ takut lagi sama dokter gigi)
” Lho bilang apa dulu sama bu dokter ’ kata si ibu yang mengantarkannya
”makasih bu dokter ” kata si gadis kecil berkepang itu
” Sama2, rajin gosok gigi ya adik....biar gigi-nya ngga’ lubang, ngga’ sakit n’ ngga’ dicabut lagi”
Si gadis kecil itu tersenyum senang sambil memandangi hadiah yang telah kuberikan, mencium tanganku dan berpamitan kembali ke sekolah-nya (TK)
Dan akhir-nya pengalaman pertama mencabut gigi anak2 berjalan dengan sukses berkat pertolongan Allah tentu-nya, karena aku tak akan mampu melakukan itu semua itu tanpa kehendak Allah.
Setelah itu, jam istirahat makan pagi jam 9.30 (kembali ke mess) dan balik kerja lagi jam 10. wah ternyata ketika kembali sudah ditunggu pasien, kalau ngga’ salah ingat pasien tambal 2 gigi, setelah itu berdatangan lagi pasien (aslie pasien minta cabut gigi, tapi karena kemarin malam masih sakit jadi-nya Cuma medikamentosa, pemberian obat saja dan kubersihkan karang gigi-nya), aku pro kontrol 3 hari (suruh datang lagi 3 hari kemudian), tapi kok ya ngga’ datang2. Ya gimana ya...begitu-lah sample gambaran masyarakat kita yang kurang kesadarannya tentang kesehatan gigi dan mulut, orang datang untuk dilakukan perawatan/ minta cabut ketika gigi-nya sakit, setelah ngga’ ada keluhan malah ngga’ balik2, oalah bu...bu piye to. Nah inilah Rik kewajiban-mu sebagai dokter gigi, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat ttg pentingnya kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut (dalam batinku).

Akhir-nya pulang kerja jam 13.30 WIB, aku kembali ke mess menantang terik-nya matahari yang tak mau mengalah dengan kedatangan awan mendung ataupun hujan yang sangat dirindukan oleh warga Sujam. ”Huuah panas buanget....bisa2 gosong nih kulit”. Kutundukkan wajah (seperti orang yang sedang mengheningkan cipta atau nyari uang-nya yang hilang ^_^), tapi jujur aku menyerah dari tantangan sang surya ngga’ mau kompromi itu. Sesekali kupandangi pemandangan bukit yang tampak dari balik kantor perkebunan dan kebun2 karet dan sengon yang berhektar2 luas-nya. Hmm kapan2 aku akan masuk ke ”hutan” itu, aku ingin tahu wujud bahan baku karet sebelum diolah pabrik (ya maklum lah gadis metropolis saba hutan belantara, jadi ngga’ tahu apa2, always want to know gitu deh ^_^).

Akhir-nya sampai juga di mess, huaah enak-nya membaringkan badan...capek...(capek-nya bukan karena terlalu banyak pasien, tapi karena terlalu banyak nganggur, jadi agak2 boring deh di balai kesehatan tadi), untung-nya bawa buku ”Di Jalan Da’wah Aku Menikah” jadi-nya waktu-pun berlalu tak terasa setengah buku dah kulahap habis, ampe’ pak mantri menduga kalau aku mo’ merit, karena sering-nya bertemu denganku membawa n’ membaca buku tersebut, he...he...
Benar-kah Rika mau merit? Pantengi aja Sujam Love Story Part IV (met penasaran lagi ye...he...he...)

Wednesday, December 13, 2006

Sumber Jambe Love Story Part II

“Pagi Sumber Jambe”….kubuka jendela kamar, oops ternyata masih gelap, gelaaap sekali. “ Ya jelas masih shubuh Rik “ omel-q, Sang Surya masih bermalas-malasan untuk segera tersenyum pada dunia. Hmm enak-nya habis sholat shubuh n’ mbaca qur’an begini ngapain ya? Untung deh bawa buku n’ novel pinjaman dari teman2 (biar ga’ boring katanya, makasih ya pren2-q), kemarin selama diperjalanan dah 1,5 novel yang kubaca, pagi ini target 0,5 novel harus habis, lhap…lhap…lhap kulahap cepat kata demi kata di novel itu, selesaaaaiiiiii. Emang kalau disuruh baca bacaan ala novel n’ komik cepet-nya bukan main, coba kalau baca buku kuliah atau buku2 islam yang butuh pemikiran ekstra, wuuiiih beraat, ngantuuk, n’ banyak sekali godaan yang menghadang, ngga’ percaya? Coba aja….nih contoh-nya, ngga’ usah jauh2, aq dw! Selama musim ujian bukannya tambah mantengin diktat, eh malah nih diktat2 terbawa mimpi, melayang jauh n’ menyatu dalam alam bawah sadar, syndrome ngantuk selama musim ujian melanda ^_^ he…he (dasar!!!)

Sang Mentari mulai malu2 menampakkan wajah-nya di balik bukit n’ pepohonan Sujam, hmm masih remang2, kubuka pintu kamar….kupandangi setiap sudut mess yang semalam tak sempat kuperhatikan. Ruang tamu yang menyatu dengan ruang makan n’ santai, ada TV 21”, dikelilingi oleh 6 kamar (3 kamar saling berhadapan) hanya kamar no-1 sebelah utara yang berpenghuni makhluk kasar (I’m alone), yang lain entahlah hanya kamar berisi bed2 dan kamar mandi tak bertuan. Kubuka pintu belakang, ada kolam ikan mujair dan koi, menyenangkan bisa melihat ikan2 yang lucu berenang kian kemari seakan2 tak peduli dengan kedatanganku (“ cuek banget sih nih ikan “), “Assalamu’alaikum ikan…kenalin aku Rika, selama 2 minggu aku akan disini, kamu mau kan jadi teman pertama-ku n’ temanku selama aku disini? ”, he..he…ini yang ngga’ beres siapa sih? Kok ngomong2 sama ikan? Ya bagaimana-pun, ikan juga makhluk Allah dia punya naluri juga, mungkin dia bisa merasakan apa yang kurasakan, “sok tahu loh Rik “ ^_^. Sudah ya Kan (panggilan untuk ikan)…aku mo’ jalan2 keluar rumah, pingin tahu ada apa aja disekitar rumah besar ini, Eh iya nih ada kandang burung, si burung kemana ya Kan?, ya…kamu kutanyain juga ngga’ bakalan jawab, kalaupun kamu jawab pasti aku juga ngga’ ngerti bahasa dunia-mu ^_^, bye…bye…Kan aku mo’ jalan2 dulu ya…Assalamu’alaikum”. Kupandangi bangunan sebelah kiri kolam ikan, hmm ada bangunan tapi sepi n’ tertutup, ini pasti rumah bapak manajer. Dibelakang dekat kolam ikan ada dapur yang juga lumayan luas. Ah…dapur tar aja deh aku kesana, ngga’ ada yang banyak kuperbuat pada diri-mu, karena aku juga ngga’ berminat untuk membuat sesuatu, lagian aku juga bukan orang yang hobby masak ^_^ tahu dw kan kalau aq ………….(ssstt off the record, membuka aib diri sendiri ^_^ jadi malu he…he).

Pintu depan kubuka, blak…Subhanallah…pantesan tadi malam nih depan n’ samping kanan rumah gelap banget, lha wong setelah pekarangan kecil dengan beberapa pohon mangga, ketela n’ pisang, ada berhektar2 kebun karet. Kuberjalan mendekati kebun karet, oops ngga’ bisa masuk, ada kawat tajam yang mengelilinginya, tapi seperti-nya ini just mengelilingi sekitar mess ini aja (biar aman), karena kulihat diseberang kebun ada orang yang bisa keluar masuk untuk mengambil getah karet. Kuamati orang tersebut mengambil satu persatu getah karet dalam cawan yang dilekatkan dipohon, kemudian dimasukkan kedalam ember yang dibawa-nya. Kulanjutkan langkah kaki-ku yang sempat terhenti oleh rasa penasaranku dengan aktivitas orang2 di kebun. OK waktu-nya kebelakang rumah, hmm bener2 pekarangan penuh buah, ada pohon mangga’, kelapa, salak, jambu, jambu air, pisang, papaya, dan rambutan. Tapi sayang, ngga’ ada yang masak. Oops ternyata, belakang pekarangan ada kebun kayu sengon, pohonnya tinggi sekali, n’ daunnya ngga’ terlalu lebat seperti karet. Nah…sekarang melangkah ke sebelah kiri mess, ada rumah bapak manajer yang menyatu dengan mess tampak lengang, disamping-nya (depan – kiri) ada kantor yang mulai ramai dengan karyawannya yang berdatangan, hmm nih kantor pagi banget sih buka-nya, ini kan masih jam setengah 6-an, wah orang sini rajin2 ya, ngga’ seperti orang surabaya dan sekitar-nya, tar aja deh aku ke kantor-nya sekalian nyerahin surat “tugas suci”, Ok balik ke mess lewat samping kiri rumah (tadi kan jalannya muterin mess searah jarum jam), Eh ternyata sebelah kiri mess-ku ada kolam ikan lagi, tadi di dalam mess, sekarang di luar mess, tapi diluar ada tamannya lho, eh ada pohon rambutan n’ duriannya juga, tapi sekali lagi, nih pohon emang berbuah tapi belum ada yang masak (belum rizki-ku kali ya…). Kudekati kolam ikan, ada pohon besar dengan bunga yang indah (seperti sakura, tapi berwarna ungu, hmmm so nice), kusapa si ikan “Assalamu’alaikum ikan… wah ikan ternyata kita emang berjodoh ya, kamu juga mau kan jadi temanku selama aku tinggal disini “? ^_^ (kumat lagi nih).

Udah hampir jam 6 nih, aku harus balik ke mess…(Cuma beberapa langkah doang kok), hmm ini bunga apaan ya? Bau-nya haruuum banget, bau aroma terapi lho (tepat depan kamar-ku), pantes tadi malam aku sempat tambah berpikir sedikit parno karena bau-nya yang masuk ke kamar-ku. Ok waktu-nya mandi….masuk rumah aaah. Lho kok sudah ada secangkir teh? Siapa yang buatin? Kulangkahkan kaki ke dapur, ada 2 orang ibu tersenyum pada-ku. Kusapa dulu kedua ibu tadi sambil mengulurkan tangan,
“Assalamu’alaikum, kulo Rika bu mahasiswa FKG. Kalau ibu? Tanyaku
“ bu lastri” kualihkan ke ibu satu-nya “ saya bu Tum “. Ooh inggih2 bu.
“ datang jam berapa mbak? “ Tanya bu lastri
” Jam 11 malam bu, kalian pak munawi, pak wamen n’ bu wamen” jawab-ku
” Lho kok malam banget mbak?” tanya bu lastri lagi
” Inggih bu, pak munawi jemput kulo jam 9 malem, tirose mobil setunggale mantun kecelakaan, dereng mantun diperbaiki, dadosipun pak munawi nyambut mobilipun pak wamen, trus ketemu pak wamen sekalian saking jember nyuwun dijemput di krikilan”
“ oo ngoten, Mbak itu teh-nya diminum ya”
“ Inggih bu, matur nuwun, ibu badhe tanglet, rencang2 kulo riyen berangkat dateng puskesmas jam pinten nggih bu? Puskesmasipun sebelah pundi? ”, kupikir bahasa Jawa akan lebih halus dan lebih sopan untuk bertutur kata dengan orang yang lebih tua, walaupun bahasa jawa-ku juga ngga’ terlalu kromo inggil banget. (Bagi pembaca yang ngga’ bisa berbahasa Jawa atau sedikit lupa dengan bahasa Jawa, tar cari primbon bahasa jawa ya…^_^)
“ Biasae nggih jam setengah pitu mbak2e berangkat, puskesmase sebelah rumahnya bu wamen, depannya pos satpam”.
“ Oo jam setengah pitu nggih, nggih-pun bu, kulo badhe siap2 berangkat” kulangkahkan kaki menjauhi dapur menuju ruang tamu untuk minum teh dan ke kamar mandi, ganti baju, berhias diri dsb. Hmm sudah jam setengah tujuh, sholat dhuha dulu ah setelah itu menghabiskan teh, pakai kaos kaki, sepatu n’ berangkaat…
“ Ibu saya berangkat dulu, Assalamu’alaikum “
“ Waalaikum salam ”, jawab kedua ibu tersebut
“ Eh mbak Rika, sarapan pagi-nya biasa-nya jam berapa?
” Terserah-pun bu, biasanipun rencang2 kulo jam pinten ”
” jam istirahat mbak, jam setengah sepuluh ”
” ooh nggih-pun sami, mboten nopo2, kulo terserah bu lastri mawon” jawabku (padahal sarapan-ku biasae pagi sebelum berangkat kuliah, kalau ngga’ sempat sebelum kuliah, paling juga makan jam 9 sebelum klinik, tapi disini kan status-ku sebagai tamu selama 2 minggu, n’ ngga’ mau ngrepotin orang)
” Sampun nggih bu, Assalamu’alaikum”
”waalaikum salam”

Aku-pun semakin menjauh dari mess, tanah berdebu dan berbatu kulalui, melewati taman depan-kiri rumah, dan kupandangi pohon durian yang berbuah muda, eh ternyata pohon durian itu seperti ini to, baru sekarang aku tahu dalam seumur hidup (ini aku yang ndeso, apa aku yang kekota-en yo, ampe’ ngga’ tahu pohon durian ^_^). Sengaja langkah kuperlambat untuk menikmati pemandangan Sujam, hmm ada kebun rambutan (ngga’ terlalu luas seperti kebun karet n’ sengon yang berhektar2), lagi2 buah-nya masih kecil n’ mungil, ngomong2 dekat mess-ku ini ada pabrik apa ya? Lho kok ada kelapa yang dikeringkan? Bau-nya semerbak...entah-lah aku ngga’ bisa mendefinisikan bau-nya, terlalu rumit antara gurih dan bau aneh yang bercampur jadi satu menusuk hidung ^_^. Kualihkan pandangan ke depan pabrik, ada TK (aku lupa nama-nya, padahal tiap hari kulewati), karena aku terlalu sibuk memandangi anak2 TK yang lucu, bermain ayunan, lompat kesana kemari, kejar-kejaran, melucur di papan luncur, dan bergelantungan di tangga yang berbentuk setengah lingkaran (whatever ya begitulah, aku ngga’ tahu namanya ^_^),” hmm menyenangkan sekali ”...pikir-ku, seakan2 mereka ngga’ punya beban kehidupan. Kulangkahkan kaki menuju puskesmas (asli-nya aku masih belum tahu, puskesmas-nya sebelah mana, walaupun bu lastri sudah memberi tahu, tapi aku blank daerah sini, tadi malam kan datang-nya jam 11 malam, gelap banget, ke rumah pak wamen untuk nurunin beliau aja antara sadar dan ngga’, mana gua tahu puskesmas sebelah mana). Yo wis pokoke melangkah terus, tar kalau tersesat paling juga masih di Sumber Jambe, ngga’ mungkin tersesat di Jakarta, lha wong Banyuwangi di ujung timur jawa mana bisa sampe’ Jakarta ujung barat pulau Jawa...iya kan? He...he.. sambil nyengir karena pikiran aneh tadi, aku tersenyum pada seorang cowok yang lewat di sampingku (emang sejak dari kejauhan tadi kuamati dia yang berjalan sendirian sambil bernyanyi), kulirik dia dan kukasih senyum termanisku ^_^, eh nih cowok malah mempercepat langkah kaki-nya, padahal belum kusapa. Jarang2 lho aku perhatian sama cowok, eh pas aku ngasih perhatian kok dia malah ngacir ya?...hua...ha...ha (dasar Rika, kasian deh lo Rik dicuekin ^_^).

Cowok itu terus mempercepat langkahnya meninggalkanku, sesekali dia balik memandangku, aku-pun juga demikian, ketika tatapan kami bertemu aku kembali tersenyum pada-nya ^_^ (sok genit lo Rik).

Halo….halo….pembaca…apa yang ada dalam benak kalian semua? Apakah Rika sudah lupa dengan idealisme-nya? Atau nih rika emang udah kesamper ”makhluk tak kasat mata” di kebun hingga berubah semakin parah, semakin liar dan semakin rusak aja? Apakah kondisi keimanan-nya sedang meluncur kebawah jurang hingga dia berkeinginan untuk menggoda si cowok?

BTW penasaran sama cowok pertama yang kuberi senyuman termanis di Sujam? Apakah dia yang akan berperan sebagai Kanji Nagao seperti kisah "Tokyo Love Story"? Nantikan serial Sumber Jambe Love Story Part III, dan seperti-nya akan ada Part IV bahkan mungkin Part V dst (nih Part II aja, masih pagi hari pertama). Jadi sabar ya....n’ tetep stay tune in www.rerekaka.blogspot.com, senang deh buat orang penasaran….aQ ucapin selamat berpenasaran ria ^_^ he...he...he

Monday, December 11, 2006

Sumber Jambe Love Story (Part I)

Kalau baca judulnya, jadi ingat drama Asia “Tokyo Love Story” dengan lakon Rika akana dan Kanji nagao, emang sengaja buat judul yang bikin orang penasaran hi..hi. Kali ini pemerannya bukan Rika akana, tetapi Rika (penulis dw). Trus Kanji nagao-nya? Ya pantengin aja kisah2 seru selama 2 minggu di Sujam (Sumber Jambe). OK?

Mungkin aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, tapi apa daya, aku telah berjanji untuk menceritakan pengalamanku selama di sujam. Mulai darimana ya?

H-1, hati berdebar2, pikiran galau, kekhawatiran mendominasiq, what’s happened with Rika? Hii bayangan sujam yang katanya teman2 PKL pendahulu-q yang kebagian tugas disana, sujam dikelilingi oleh kebun (jati, sengon, karet, kakao/coklat, kelapa, mindi dsb), panas, jalan penuh debu dan batu, mess yang sepi dan pak mantri yang sedikit keras dan menyebalkan, semua persepsi awal ttg sumber jambe membuat-q sedikit gusar, mampukah aku bertahan di Sujam selama 2 minggu?

Bismillahirrahmanirrohim, akhirnya hari minggu tanggal 26 nov jam 4.30 WIB aku berangkat naik kereta api, ngga langsung ke banyuwangi, tapi turun di Bangil terus naik bis ke probolinggo untuk jemput kakakku yang mau mengantarkanku ke banyuwangi, trus naik bis lagi ke banyuwangi. bukannya aku ngga’ berani berangkat dw kesana, tapi biasalah ortu berat melepas ananda bungsu tercintanya, ciee he…he…

Sungguh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan, lewat hutan dan gunung di daerah jember, oia ada fenomena yang memilukan hati selama bis berbelok2 ditikungan gunung. Masya Allah banyak sekali pengemis yang berpencar dari atas gunung ampe’ kaki gunung, banyak dari ibu2 muda ampe’ mbah2, n’ ngga’ kalah krucil2 usia TK-SD meminta2 uang di pinggir jalan pada pengendara kendaraan, jumlahnya ngga’ cukup 1-10 orang, tapi buanyak sekali rasanya kalau dihitung, seperti pengemis bedol desa (sekampung gitu), aku hanya berfikir, pernahkah Sby-JK melewati area ini dan melihat penderitaan kaum dhuafa’ yang meronta-ronta dipinggir jalan meminta uang untuk meyambung nasib hidup-nya?

Akhirnya siang jam 1 tet, sampai jua aq di krikilan, katanya sih kalau mau k RS Bakti Husada (Rustida) naik delman, tapi waktu itu ngga’ ada delman, yang ada ojek, akhirnya nyewa 2 ojek, 1 untukku n’ kakak, 1 nya lagi untuk kedua bapak ojek. Bapak ojek sudah melaju kencang, eh lha kok motor yang kunaiki agak eror mana tuh kedua bapak dah ngga’ keliatan batang hidungnya lagi, wah gawat nih tar kalau tersesat gimana, tapi tuh bapak kok percaya ya sama aku n’ kakakku, lha kalau orang yang punya niatan jahat, kan bisa aja tuh motor kami bawa ngacir..he….he

So beberapa menit kemudian, akhirnya ketemu juga sama Rustida, istirahat di Mess Rustida yang sepi n’ lumayan besar, suasananya nyaman, tenang n’ tempat yang cocok untuk menenangkan pikiran, depan an belakang mess ada taman, trus belakangnya lagi ada sungai yang jernih n’ sawah terasering. Pokoknya suasana desa nan permai deh. Hmm ngga’ bisa tidur nih, biasa tempat baru (belum adaptasi, susah tidur, apalagi ngga’ terbiasa tidur siang) jalan2 ke di taman, ke Rustida n’ cari makan di kantin. Awal-nya sih kakakku mau nganterin langsung ke Sujam naik motor ojek (nyewa 2 seperti tadi) tapi bapak ojeknya yang ngga’ sanggup, wah jauh mbak…70 km-an, weeks 70 km?. OK sms Pak mantri kapan aku dijemput, tilulit sms dari pak mantri, mbak Rika yang saya hormati n’ dimuliakan oleh Allah, sabar ya mbak…Allah mencintai orang2 yang sabar. Insya Allah nanti jemputan datang sekitar jam 8 malam. Jadi penasaran nih seperti apa sih Pak Yayan itu? Kalau dari sms-nya sih orang-nya baik, tapi kenapa teman2 pendahuluku jadi sebel ama beliau? Sampai2 semua berpesan, Rika tar kalau bapak-nya mulai nyebelin n’ mulai ceramah, tolong ya kamu wakili kami2 tuk nyeramahin balik beliau, mungkin kalau sama kamu beliaunya ngga’ berani nyeramahin kamu macem2. he..he aku Cuma nyengir aja, semakin penasaran aja nih sama bapak mantri…

Akhirnya kakakku pulang jam 4 sore, ngga’ bisa berlama2 nemenin aku, Bwi-Probolinggo lumayan jauh. Aku antar ke jalan raya dengan jalan kaki sambil menikmati indahnya pemandangan sawah dan gunung, ternyata ngga’ begitu jauh lho. Soale fokusnya ngobrol, cerita2 n’ menikmati pemandangan desa Glen More (bagus ya nama desanya). Nah akhirnya setelah kakak naik bis, aku sendirian, ogah ah jalan kaki naik delman aja, dah lama banget ngga naik delman, akhirnya naik delman/ dokar dari jalan raya ke Rustida, aku nikmati perjalanan, kasihan juga ya nih kuda kok dipecuti terus, ngomong2 tentang kuda aku jadi ingat beberapa tahun yang lalu waktu rekreasi ke Bromo, 1 tahun sebelum Bromo dinyatakan berbahaya, naik kuda ke puncak gunung, orang2 banyak memandang pada-q (Ge-er dikit gpp ^_^), mungkin yang terlintas dalam benak mereka, akhwat berjubah naik kuda….aneh!!!

Di mess sendiri, iiihhh sepi banget, mana cuacanya mendung lagi, jadi pingin nangis hiks…hiks melankolis banget, tapi apa yang membuat hatiku bersedih? Aku ngga’ sedang homesick ataupun merindukan keluarga n’ teman2ku. Aaah aku benci dengan suasana hati seperti ini, sudah cukup aku ngga’ mau mikirin yang ngga’2 n’ diluar kuasa-ku, Allah help me pliz…pliz buang semua pikiran yang membuatku sedih. Lho kok aku jadi nangis sih…Oh, no! Cukup Rik, jangan perturutkan perasaanmu yang ngga’ layak n’ ngga’ jelas itu, berpikirlah dengan jernih, dewasa, tenang seperti biasanya kau menghadapi setiap permasalahanmu, OK? OK! (ngomong2 dw nih ceritanya di mess kaya’ orang gila ^_^ he…he)

Adzan isya’-pun berkumandang, Ya Allah menunggu jam 8 aja kenapa lama-nya seperti sehari? Aduh cepetan po’o (mulai ngga’ sabar nih). Tok..tok mbak makan dulu, oia pak dimana? Disana , kata bapak penjaga mess2 (sambil menunjuk satu ruangan yang terang n’ ada suara TV). Aku masuk ruang makan, oops ada seorang dokter usia 30an yang sedang nonton TV, wah gimana nih jadi ber2-2an nih sama nih dokter, cepetan rik makannya n’ segera balik ke mess( dalam hati). Eh lha kok nih dokter malah ngajak ngobrol ngalor-ngidul, yang cerita kalau bliau adalah PPDS Unair, ngga’ bisa pulang karena jaga pasien, teman2 yang lain dah pulang, rumah beliau di sby, trus cerita kalau beliau punya istri drg, tapi PP kerja Sby-Bojonegoro tiap hari, punya 2 orang anak yang masih kecil. Wah ceritanya semakin melebar n’ memanjang aja nih dokter. Aah pusing, aha alasan siap2 mau dijemput aja deh biar aku selamat dari forum khalwat ini. (maaf ya dok ^_^)
Jam 8 lewat 15 menit, kok belum datang juga ya? Waktupun berlalu, jam 9 malam akhirnya datang juga yang menjemputku, nama beliau bapak Munawi dengan membawa mobil Taft, hii apakah aku akan ber2 dengan pak Munawi? (tanyaku dalam hati). Aku duduk di depan, kubuka jendela lebar2, (Ya Allah aku tahu, tidak seharusnya aku berdua dengan pak Munawi, apalagi malam hari, tapi sungguh saya terpaksa Ya Allah ampuni aku). Tapi alhamdulillah pertolongan Allah datang, di jalan raya bertemu bapak n’ ibu wakil manajer yang dari Jember ikut bersama kami. Huuua lega deh.

Perjalanan Rustida-Sujam memakan waktu 2 jam, setelah ngobrol di mobil sama pak n’ ibu wamen (wakil manajer), aku capek n’ ngantuk banget…akhirnya akupun tertidur. Sampai ditengah kebun antara setengah sadar n’ ngga’ sadar aku merasakan bahwa jalan jalan brliku2, bergeronjal2 ala paris dakkar (tubuhku bergoyang-goyang ke kanan ke kiri dan terpental, tuing2, aduh nih perut rasa-nya diaduk2, diluar mobil begitu sepi, begitu gelap, tak ada satupun lampu kecuali lampu mobil yang menyinari, aku pejamkan mata n’ membiarkan alam bawah sadar memikirkan hal lain selain jalan yang sedang kutempuh ini, mengalihkan perhatian). Jam 11 malam akhirnya sampai juga aku di mess setelah mengantar bapak n’ ibu wamen ke rumah beliau. Wah mess-nya pojok dw, sepi, depan n’ samping kenapa gelap bgini ya? Aah ga’ mau tahu deh, aku dah capek, pingin segera bobo’. Sekilas aku hitung kamar mess, ada 6 kamar n’ aku dikamar depan, kubuka pintu kamar...hmm lumayan besar dengan 1 bed ukuran nomer 2, 1 lemari, 1 meja rias, 1 meja n’ kursi, dan 1 kamar mandi dalam. Kuletakkan tas n’ segera ke kamar mandi untuk cuci muka n’ gosok gigi plus wudlu. N’ than aku baringkan tubuhku yang rasanya sudah nggak kuat lagi untuk beraktivitas yang lain selain tidur. Kucoba pejamkan mata, eeh ni mata kenapa ngga’ mau diajak kompromi, bukannya tadi dah ngantuk berat n’ badan dah capek, kok sekarang malah merem – melek ngga bisa tidur, perlu adaptasi nih. kupandangi setiap sudut kamarku, ih kenapa nih pikiran jadi parno gini ya? Ya Allah lindungi hamba-Mu ini dari setiap hal2 yang membahayakan diri dan jiwaku dari makhluk2Mu. Aku baca Al-qur’an bukan untuk mengusir penghuni disini, tapi untuk menenangkan hati dan pikiranku. Kalau aku ngga’ berbuat macam2 yang mengganggu ”penjaga dan penghuni disini” Insya Allah aman, dan aku pasrahkan semua keselamatan dan perlindungan diriku hanya pada-Mu semata Ya Allah. Akhirnya akupun terlelap tidur..zzz...zzz...zzz

Bersambung dulu ya...nantikan kisah selanjut-nya di Sujam Love Story Part II ^_^